Jalanan Luar Biasa
Dikirim cerpen, esai pada Februari 17, 2008 oleh mew da vinciTadi pagi saya keluar rumah. Buat jogging ngiterin perkampungan belakang perumahan saya. Cuma kepengen. Cuaca saat itu cukup berawan. Kadang gerimis, kadang hujan deras. Jadi jalanan yang saya lalui itu jadi becek. Sambil nunggu hujan reda saya ngopi di warung sambil makan pisang goreng. Tidak sampai sepuluh menit hujan berhenti. Maka saya buru-buru pulang sambil berjingkat-jingkat agar kaki saya tidak terlalu kotor.
Begitu sampai di jalan raya, saya jalan sambil tolah-toleh, jaga-jaga supaya tidak diklakson mobil atau motor bahkan sepeda nantinya. Tidak ada trotoar. Memang tidak ada tempat untuk pejalan kaki. Akhirnya saya sampai di rumah. Mandi, sarapan, baca koran, dan sedikit rapi-rapi rumah dan bantu ibu jagain cucunya.
Tibalah saatnya saya keluar rumah. Saya pun jalan-jalan naik angkutan. Duduk senyaman mungkin dan kuping disumpali lagu-lagu kesukaan saya. Pas lagi asik-asiknya santai-santai di angkutan tiba-tiba kepala saya terbentur jendela belakang sekeras bunyi aduhnya saya. Sakit!
Dan inilah saatnya saya memasuki daerah wajib SKJ modern…

