Ukuran Bra Kamu Berapa?
Semalam saya bermimpi saya mempunyai badan yang proporsional. Tubuh langsing dan berlekuk, perut tidak buncit, bahu tidak terlalu lebah atau sempit, pantat dan paha bebas selulit, kaki jenjang, wajah mulus tidak berjerawat dan bebas noda, gigi rata dan putih, kulit kecokelatan. Rambut hitam indah bersinar, bentuk muka dan tataan wajah rapi juga proporsional. Dan memiliki buah dada ideal. Gambarannya saya tidak kalah cantik dengan Cleopatra! Dalam mimpi itu, saya bisa menjadi model, presenter, marketing, sekretaris, public relation dan berbagai macam pekerjaan yang membutuhkan kemampuan berinteraksi dengan orang banyak.
Sungguh mengejutkan sekaligus menyenangkan mendapat mimpi seperti itu. Padahal seharian saya tidak melakukan aktifitas yang lain dari biasanya. Saya tetap nguli, jajan di warung kemarin, berjejalan di kereta, tidur di tikar yang itu-itu saja, dan tidak ada kegiatan yang terlupa menjelang waktu tidur.
Sebelum saya melanjutkan cerita ini, saya ingin minta maaf atas ketidaksopanan saya.
Oh! Tidak.. Sungguh. Tidak ada maksud untuk membuka topik bertajuk hal-hal senonoh. Percayalah, saya dari keluarga baik-baik dan memegang teguh agama. Cukuplah bagi saya untuk menerangkan bahwa saya dididik dalam lingkungan yang sehat. Namun, keluhan teman-teman dan iklan-iklan di televisi, internet dan media cetak selama ini, akhirnya berhasil menarik perhatian saya.
Coba engkau perhatikan, begitu banyak iklan yang sangat ingin menyentuh garis vulgar kalau saja Lembaga Penyiaran tidak membatasi. Banyak produk kecantikan yang ditawarkan seperti pelangsing, penyeimbang hormon, penghilang selulit, kosmetik, penambah tinggi badan, dan lain sebagainya. Dan dari deretan produk-produk semacam itu, ternyata membesarkan payudara lebih menggiurkan!
Ini adalah fakta bahwa banyak perempuan yang terobsesi memiliki ukuran payudara yang ideal. Itu wajar!
Tentu saja, bila engkau (khususnya pria) menanyakan hal semacam ini pada kami para perempuan, tidak jarang yang akan mengalihkan pembicaraan bahkan tersinggung, begitu pun saya.
Cukup banyak cerita yang saya ketahui berkaitan dengan hal di atas. Contohnya, rusaknya acara makan malam bersama klien hanya karena perempuan tersebut tersandung hingga menyebabkan sumpalan/buntalan/busa branya mencuat keluar dan banyak orang tahu bahwa sebenarnya ia berdada rata. Atau tidak jarang pula perempuan yang mengalami kesulitan memilih gaun pengantin lantaran ukurannya tidak pernah pas dengan bajunya.
Peristiwa-peristiwa semacam itulah yang menyebabkan kebanyakan perempuan sulit percaya diri walaupun memiliki otak encer dan karier yang bagus, termasuk saya.
Tentu saja tidak mudah bagi saya untuk menerima saran untuk menikmati hidup dan mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan. Karena dari ribuan orang yang saya hadapi setiap harinya tentunya ada miliaran pikiran beserta tabiatnya yang sulit diterka. Asumsi atau jargon “tidak ada orang yang sempurna” tidak lagi kena bila ditujukan kepada saya, karena selama ini hanya tahu bahwa manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya.
Tapi jika engkau tetap mempertahankan “tidak ada yang sempurna jadi syukuri saja” maka himbaukan lah ke setiap orang untuk tidak beriklan dan jangan memakai produk yang ditawarkan. Padahal begitu banyak tubuh dengan kekurangan yang merupakan bawaan, dan berhamburan iklan di media masa yang menjanjikan mampu memberikan kesempurnaan? Seperti: payudara ideal, tubuh ramping, langsing, ideal, berlekuk dimana-mana, perut six pack dan otot kuat walau kurang olahraga, rambut indah (jatuh, lurus, lembut, ringan, lebat, bersinar padahal dari lahir sudah seperti sapu ijuk memang bersinar tapi karena berminyak) dan wajah tanpa kerutan walau usia sudah hampir 80 tahun, dan lain-lain.
Lucu ya? Itu karena engkau tidak mengalaminya mungkin malah berkata: amit-amit.
Februari 17, 2008 pada 5:17 pm
betul, ideal itu jadi relatif, mbak. yang penting sehat dan sedap dipandang (serasi) dalam berpakaian.
Februari 17, 2008 pada 5:17 pm
eh salam kenal ya. mbak atau mas ini?
Februari 17, 2008 pada 5:22 pm
salam kenal juga mas norie.. eh, mas kan??? iya nieh mas, kadang saya suka aneh lihat iklan semacam itu kok kayak yang nipu banget gitu ya?
Maret 4, 2008 pada 11:47 am
ukuran ku 32 B,tspi gimana ne…umurku masih belia banget,ku mau dunk tips ngerwatnya…
soalnya ini aset berharga wanita……
hahahah….
Maret 7, 2008 pada 5:19 pm
#manda
manda… hai. hmmm.. boleh aja.. cara merawatnya ya olahraga aja manda.. trus, sering-sering dimandiin.. dan sering-sering ganti branya. kalau habis mandi jangan digosok… eh, ndak vulgar to?
sering-sering ke sini ya manda…
Mei 31, 2008 pada 2:05 am
dan kemarin ada teman kantor yang bilang “ko boobies kamu kaya ada celahnya ya? branya kegedean ya? ko ngga seimbang ya badan sama boobies nya?”
ok…
makasih
whatever!
thank GOD still got this twin with me! :p
Juni 2, 2008 pada 11:36 am
Wuihhhh….
Menariklah pokoknya nie bahasan.
Coz, Memberikan sy wawasan.
Tubuh Ideal??
Ya… pintar2 merawat tubuh…
Jgn lupa penilaian dari orang lain akan diri kita, selain evaluasi diri sendiri..
Btw, muv ikut nulis…
Don’t miss it to say THANK YOU ALLAH
Juni 2, 2008 pada 12:47 pm
# natazya
iya mbak nat, tanggapan yang apik. Emang enaknya dilegain aja..
# BlackBone
Iya, oke juga kalau bisa olah raga teratur, tiap pagi.
gpp mas, sering-sering ikut aja biar saya punya semangat juga buat postingnya.
Juni 25, 2008 pada 3:56 am
wajar, manusiawi
aku suka wanita yang tampil cantik dan feminim
itulah wanita…
tapi disayangkan semua itu membuat wanita terjebak sebagai penunjang komoditi kaum pria
contoh: iklan mobil ada wanita cantik, iklan rokok ada wanita cantik, sampe iklan oli motor-mobil.. menurut aku itu merendahkan malah
kalo iklan sabun, iklan kosmetik itu wajar ada wanita cantik…
yah buat aku sih… jiwa-hati dan pola pikir yang utama
karena itu lebih abadi…
Juli 6, 2008 pada 6:44 pm
# Deddy D
seorang teman berkata pada saya: Wanita yang seksi ada yang tidak merasa dirinya seksi dan tidak perlu tahu apakah dia seksi atau tidak.