Dari Belanda Dimulai Komunitas Global
Masih ingat dengan tulisan saya sebelumnya? Dimana saya menceritakan tentang kriteria orang yang tidak serius menekuni pekerjaannya dan cara menanggulanginya. Saya akui, saya termasuk di dalamnya, tapi anda belum tentu.
Saat itu, saya membuka paragraph dengan mengatakan bahwa saya akan mengambil Studi di Belanda dengan mengikuti kompetisi blog yang diadakan NESO Indonesia. Studi tersebut merupakan program pendidikan musim panas atau Summer Course.
Mengapa Belanda?
Saya tidak akan menjawab pertanyaan ini, karena anda pasti sudah bisa menebak jawabannya dengan membaca postingan partisipan lainnya.
Singkat saja mengenai Belanda. Secara regional belanda dibagi atas 12 provinsi: Holland-Utara, Holland-Selatan, Utrecht , Flevoland, Friesland, Groningen, Drenthe, Overijssel, Gelderland, Brabant-Utara, Limburg dan Zeeland. Dengan 9 kota yang menarik perhatian wisatawan yaitu: Amsterdam, Delft, Groningen, Den Haag, Leiden, Maastricht, Nijmegen, Rotterdam dan Utrecht.
Seperti yang telah diketahui bahwa secara geografis Belanda didominasi oleh air dan memiliki permukaan tanah yang benar-benar rata. Ini unik karena hanya di Vaalserber, Limburg , yang memiliki permukaan tertinggi di Negeri Belanda. Selain itu pula,negeri ini menjadi salah satu tempat studi pilihan oleh bermacam-macam mahasiswa dari berbagai negara yang membawa kebudayaannya masing-masing. Oleh karena itu, Belanda merupakan negara yang memiliki akses kuat untuk menyelami dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat dunia. Apa lagi, Belanda dikenal memiliki toleransi yang tinggi atas adat istiadat penduduk yang tinggal.
Jadi, mengapa studi ke Belanda?
Saya kemukakan pertanyaan ini. Tentu, jawabannya didasari oleh alasan-alasan dan tujuan yang meluas yaitu, dari komunitas kecil menjadi komunitas besar majemuk (baca: Komunitas Global) yang tidak dibatasi oleh sekat-sekat wilayah administrasi.
Memang, Belanda memiliki peluang untuk dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat di berbagai belahan dunia dan mempelajari kebudayaannya seperti, kebiasaan mereka, hukum-hukum yang berlaku, bahasa, pola pikir, pakaian, makanan, dan lain-lain. Dengan wacana pembentukan Komunitas Global, Belanda memiliki akses kuat untuk menjalin hubungan kerja-sama dengan negara-negara lain, merangkul dan membantu negara-negara berkembang seperti Ethiopia, Indonesia, Malawi, Nepal, Niger, Pakistan, Timor-Leste, Thailand, Vietnam, dan masih banyak lagi.
Dalam hal membangun hubungan komunitas yang meng-global maka, peranan komunikasi virtual menjadi salah satu hal utama selain sikap keterbukaan untuk saling berkomunikasi. Dari sinilah orang-orang dari berbagai belahan dunia akan bisa terkoneksi. Belanda sudah memulai.

April 11, 2009 pada 9:03 pm
Ik hoop dat ik succesvol onderzoek naar Nederlandse
Amiinn
April 11, 2009 pada 10:12 pm
# regso
danke… amiin..
du bist gut.. (??)
CMIIW
April 13, 2009 pada 2:20 pm
ntar kalau dah sampe di sana tolong kirimin slopmen ya hahhahaha
Mei 15, 2009 pada 10:00 pm
April 13, 2009 pada 3:49 pm
Woowww mantep…. Tetap semangat … (^_^)
Mei 15, 2009 pada 10:00 pm
SEMANGAT!! GAMMBATE!!
April 13, 2009 pada 4:21 pm
Kok omonge pada Belanda tho… aku gak mudheng…. tapi top tenan kok postingane….. sipp maju terussssss
Mei 15, 2009 pada 9:59 pm
makasih…
:D
tapi sayang saya gak dapet
April 14, 2009 pada 11:41 am
maksudnya dengan program summer course tersebut, belanda sudah membangun komunikasi virtual ??
bagaimana dengan program beasiswa yang juga sudah dicanangkan oleh banyak negara maju hingga berkembang, yang kebanyakan pula banyak di publikasikan di dunia virtual / internet ?
atau pertukaran pelajar yang juga banyak ter publish di internet, dimana indonesia juga sudah berperan ??
semuanya merupakan upaya membangun komunikasi virtual toh ??
anyway, lets take the summer course started with ur blog
Mei 15, 2009 pada 9:58 pm
tepat! cuma dari masing-masing negara itu nantinya akan dikumpulkan jadi satu kesatuan yang punya ketentuan beda-beda. Makanya dinamakan komunitas.
April 22, 2009 pada 10:58 am
mew.. dimana kau
Mei 15, 2009 pada 9:56 pm
masih di sini mbah..