Pilih Siapa, Bang 8709?
Setelah puyeng berjam-jam dengan soal-soal Ujian Akhir Semester. Akhirnya saya terhibur menonton tayangan Debat Capres Final di RCTI, malam ini. Karena tahun ini merupakan pertama kalinya mengikuti Pemilu maka saya sangat antusias menyambut Pemilu yang tinggal enam hari lagi. Acara yang bersifat setengah kampanye ini ditutup dengan pertanyaan spontan dari moderator: Apa yang akan bapak dan ibu lakukan jika nanti tidak terpilih sebagai presiden?
Simple and easy. Bagi yang masih mengingat Pemilu Presiden USA tentu siap menghadapi pertanyaannya dan memahami arah pertanyaan Sang Moderator. Mengerti apa harapan masyarakat Indonesia modern yang notabene sudah melek teknologi, berpikiran lebih realistis dan lebih luas, dan menginginkan suasana pemerintahan yang tidak melulu panas.
Berikut jawaban tiga calon presiden Indonesia :
Megawati : “Tentunya, saya akan terus mengabdi kepada bangsa dan masyarakat Indonesia”
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) : “Pertama kali yang akan saya lakukan adalah memberi ucapan selamat kepada yang menang dan saya akan mengajak seluruh konstituen saya untuk mendukung presiden selanjutnya, setelah itu tentunya saya akan memberikan yang terbaik kepada bangsa”
Jusuf Kalla (JK) : “Saya akan pulang kampung, mengurus pendidikan, mengurus mesjid, dan memberikan apa yang dibutuhkan negara”
Begitu lah yang akan dilakukan Calon-Calon Presiden Indonesia, jika kalah dalam pemilu. Tidak hanya menjalankan visi dan misi setelah menang tapi juga siap dengan misinya jika kalah.
Sudah mantap kah dengan pilihannya atau malah jadi ragu-ragu?
Juli 3, 2009 pada 8:11 am
Pendapat saya:
SBY : Sebenarnya saya suka kepada SBY, akan tetapi dia agak lamban untuk memberi keputusan.
JK : Saya suka dengan ide-ide dari JK, cara pemaparan JK tegas, mantabs dan mandiri.
Mega : Saya sendiri kurang suka dengan jawaban-jawaban dari Mega, akan tetapi saya salut dengan ide dari Prabowo. Prabowo dengan ide ekonomi kerakyatannya, saya merasa mantabs.
Saya tidak ingin memilih SBY, karena saya ingin memberi kesempatan memimpin untuk yang lain.
Sudah tahukan pilihan saya?
Juli 3, 2009 pada 1:36 pm
siapa aja pilihannya nanti pasti yang terbaik.
kalau prabowo dengan ekonomi kerakyatan, boediono dengan ekonomi pancasila
saya sependapat denganmu mbah. ralat dikit buat SBY “bukan lamban, tapi selektif dan cermat, itu lah mengapa seolah-olah gerakannya tidak secepat JK” :sigh: sangat disayangkan duet SBY-JK harus berhenti sampai disini, karena mereka bisa saling melengkapi.
Juli 3, 2009 pada 7:19 pm
kok saya mendambakan begini ya lut..
setelah kompetisi ini selesai dan siapapun yang menang, mereka bisa duduk bareng lagi.Saling memadukan buah pikiran mereka demi tercapai kemakmuran bagi seluruh rakyat, saya kira tujuan mereka sama semua yaitu berujung kerakyat
Yang menang tidak “ngasorke” yang kalah, begitu juga yang kalah bisa menerima kekalahannya dengan ‘legowo”.
Saya juga mendambakan sebuah pemerintahan yang berkesinambungan.Tidak tiap ganti pimpinan ganti juga peraturan dan alih2nya saling menyalahkan.
uhuk-uhuk.
Juli 4, 2009 pada 1:11 pm
mau komix???
iya mas, saya juga kepengen sama suasana pemerintahan yang sejuk, segar, tetep cool..
cuma kapan ya?
tapi kalau gak ganti peraturan itu hal pertama yang paling sulit dilakukan mas…
kan perubahan ke arah yang lebih positif itu akan terasa kalau udah 10 tahun
masalahnya, waktu pencalonan kan masing-masing kubu menawarkan konsep-konsep briliant-nya. kek makan buah simalakama, gak dijalankan ntar dibilang ingkar janji, dijalankan ntar ada juga yang orasi nolak ini-itu, gak sesuai atau yang lain lah.
gimana kalau kita persilakan saja presiden yang satu ini meneruskan sistem kepemimpinannya
Juli 4, 2009 pada 2:48 pm
ndak punya tipi, ga bisa nonton.
cuman ada satu calon yang gw dukung penuh,
cuman kayaknya ga bisa milih. tapi gpapa, dukungan doa lebih berarti, mog-moga cita-citanya memajukan bangsa tercintah ini bis aterkabul. amin.
Juli 5, 2009 pada 4:08 pm
Saya pilih JK-Prabowo! Kayaknya empunya blog dukung sby nih.
Juli 5, 2009 pada 8:16 pm
bener nieh mbah pasangannya gini?
Juli 5, 2009 pada 11:40 pm
kayaknya sieh gitu :mikir:
Juli 3, 2009 pada 1:40 pm
Maaf, komentar anda berbau SARA, terkesan meng-underestimate-kan golongan tertentu. Saya terpaksa men-delete demi kenyamanan. Terima Kasih.
Juli 4, 2009 pada 2:49 pm
komntar saya ndak sarah azhari kok, terimakasih kembali.
Juli 4, 2009 pada 9:59 pm
wih! apa tuh maksudnya gak bisa milih?
Juli 5, 2009 pada 8:19 pm
sayah lagi tinggal di kota orang. dan pas hari H pemilihan juga musti pindah ke kota orang lainnya, jadi golput secara terpaksa.
harusnya ini kali pertama saya berparisipasi dalam pemilu, sayang kesempatan ini kelewat begitu saja. moga2 lima tahun mendatang bisa ikut mengisi suara.
Juli 5, 2009 pada 11:43 pm
yaaaah… nonmaden..
semoga bisa ikut dikesempatan tahun mendatang ya bro…
selamat jalan, blognya tetep diisi lhoo..