Arsip untuk esai kategori

Ayo, uber thomas 2008!

Dikirim esai pada Mei 14, 2008 oleh mew da vinci

Kali ini saya mau cuap-cuap mengenai Pertandingan Uber dan Thomas 2008, sekedar reportase saja.
Hari ini adalah pertandingan ke tiga bagi TimNas Uber Indonesia dan Pertandingan kedua TimNas Thomas Indonesia.

Tanggal 11 mei lalu, saya dan keluarga kumpul di rumah. Kami bersama-sama menyaksikan pertandingan bulu tangkis di televisi, Saluran Trans 7. Sebenarnya anggota keluarga saya malas menonton pertandingan Tim Uber Indonesia karena mereka sudah memprediksi kekalahan Tim Uber Indonesia melawan Tim Uber Jepang dan menjagokan Tim Thomas Indonesia. Tapi karena kengototan saya maka cuma saya yang benar-benar mantengin jalannya pertandingan. Yang lainnya? Hanya nonton sambil lalu. Itu wajar mengingat kekalahan Tim Uber Indonesia secara beruntun sejak tahun 1996.

Di partai tunggal pertama oleh Maria Kristine melawan Eriko Hirose dari Tim Uber Jepang.

Berhasilkah Maria mengalahkan Hirose?

Karl Marx: Agama adalah candu.

Dikirim esai pada April 28, 2008 oleh mew da vinci

“Religious distress is at the same time the expression of real distress and the protest against real distress. Religion is the sigh of the oppressed creature, the heart of a heartless world, just as it is the spirit of a spiritless situation.

Is it the opium of the people?

Jalanan Luar Biasa

Dikirim cerpen, esai pada Februari 17, 2008 oleh mew da vinci

Tadi pagi saya keluar rumah. Buat jogging ngiterin perkampungan belakang perumahan saya. Cuma kepengen. Cuaca saat itu cukup berawan. Kadang gerimis, kadang hujan deras. Jadi jalanan yang saya lalui itu jadi becek. Sambil nunggu hujan reda saya ngopi di warung sambil makan pisang goreng. Tidak sampai sepuluh menit hujan berhenti. Maka saya buru-buru pulang sambil berjingkat-jingkat agar kaki saya tidak terlalu kotor.
Begitu sampai di jalan raya, saya jalan sambil tolah-toleh, jaga-jaga supaya tidak diklakson mobil atau motor bahkan sepeda nantinya. Tidak ada trotoar. Memang tidak ada tempat untuk pejalan kaki. Akhirnya saya sampai di rumah. Mandi, sarapan, baca koran, dan sedikit rapi-rapi rumah dan bantu ibu jagain cucunya.
Tibalah saatnya saya keluar rumah. Saya pun jalan-jalan naik angkutan. Duduk senyaman mungkin dan kuping disumpali lagu-lagu kesukaan saya. Pas lagi asik-asiknya santai-santai di angkutan tiba-tiba kepala saya terbentur jendela belakang sekeras bunyi aduhnya saya. Sakit!
Dan inilah saatnya saya memasuki daerah wajib SKJ modern…

Ukuran Bra Kamu Berapa?

Dikirim esai pada Februari 16, 2008 oleh mew da vinci

Semalam saya bermimpi saya mempunyai badan yang proporsional. Tubuh langsing dan berlekuk, perut tidak buncit, bahu tidak terlalu lebah atau sempit, pantat dan paha bebas selulit, kaki jenjang, wajah mulus tidak berjerawat dan bebas noda, gigi rata dan putih, kulit kecokelatan. Rambut hitam indah bersinar, bentuk muka dan tataan wajah rapi juga proporsional. Dan memiliki buah dada ideal. Gambarannya saya tidak kalah cantik dengan Cleopatra! setelah itu…

Perlu kah Pelajaran Pancasila Dan Agama?

Dikirim esai pada Desember 29, 2007 oleh mew da vinci

GARA-GARA seorang anak sekolah dasar mengomel ke saya karena nilai pancasila dan agamanya kurang bagus, jadi timbul pertanyaan, pelajaran pancasila dan agama itu perlu masuk kurikulum sekolah gak sieh? Kalau saya tanya orang, mungkin ada yang jawab perlu, bagaimana Indonesia bisa maju kalau pendidikan moral dan pembangunan iman dihapus. Kalau saya tanya kepada Pak Kyai apa jawabannya ya?