Relakan aku, kakakku sayang


Kak, maafkan aku
mataku sembab lagi
kali ini bukan karena duri di jari
melainkan peti mati.

Kak, bila aku pergi
tolong jangan minta aku kembali
kirimi saja aku doa
rawat juga rumah baruku.

Maafkan aku, Kak
jika lain waktu kita bertemu
jangan kau teriaki aku
atau menangis tersedu.

Jangan lupa sampaikan salamku pada bapak dan ibu
katakan aku baik-baik saja
bila dulu hati bagai batu beku
kini ia dalam gigil rindu.

Iklan

5 tanggapan untuk “Relakan aku, kakakku sayang

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s