Puisi Terburuk


foto usang terpajang
pigura tua dengan retaknya
lilin tertiup duka membayang
dalam isak diam ditelan malam

tubuh bermandikan doa
gayung air mata menyiram tanah
papan memberi nama

merebah resah
lelapkan kata yang entah
sematkan bunga malam

catatan:
puisi berjudul “Puisi Terburuk” telah diubah dengan bantuan blue4gie pada tanggal 06 September 2007 , 17:59. Terima Kasih, Untukmu.

Iklan

9 tanggapan untuk “Puisi Terburuk

  1. ada apa..kenapa
    Bukankah mati ada karena adanya kehidupan
    Kematian adalah kemisterian kita tak bsa mereka dan mengira apa yang ada setelah mati..

    Halahhh….
    Makasih telah mengirim puisi di Blogku….

    Suka

  2. Mati??..kematian?? memang pada akhirnya semua jg pasti tiada..buat apa dipkrkan..ENJOY AJA..hahaha..tapi puisinya unik kok..cuman bait ke dua kenapa semuanya berakhirnya peti mati..hoahahaaa..

    Suka

  3. kematian, satu hal yang pasti, tapi kapan dia hadir menjemput kita itulah misteri terbesarnya. kita tidak pernah akan ditanya siap ato belum, kerna tak ada nego untuk yang satu ini, so jangan pernah bilang ‘aku belum siap’ karena toh itu sama sekali tak membantu…

    Suka

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s