Ayo, uber thomas 2008!


Kali ini saya mau cuap-cuap mengenai Pertandingan Uber dan Thomas 2008, sekedar reportase saja.
Hari ini adalah pertandingan ke tiga bagi TimNas Uber Indonesia dan Pertandingan kedua TimNas Thomas Indonesia.

Tanggal 11 mei lalu, saya dan keluarga kumpul di rumah. Kami bersama-sama menyaksikan pertandingan bulu tangkis di televisi, Saluran Trans 7. Sebenarnya anggota keluarga saya malas menonton pertandingan Tim Uber Indonesia karena mereka sudah memprediksi kekalahan Tim Uber Indonesia melawan Tim Uber Jepang dan menjagokan Tim Thomas Indonesia. Tapi karena kengototan saya maka cuma saya yang benar-benar mantengin jalannya pertandingan. Yang lainnya? Hanya nonton sambil lalu. Itu wajar mengingat kekalahan Tim Uber Indonesia secara beruntun sejak tahun 1996.

Di partai tunggal pertama oleh Maria Kristine melawan Eriko Hirose dari Tim Uber Jepang. Mereka sempat memainkan tiga set dan Maria hanya bisa memenangkan satu set saja, akibat tingkat kepercayaan diri yang rendah. Melihat itu keluarga saya terus-terusan meragukan kemampuan Tim Uber Indonesia. Apa lagi ketika disuguhi pertandingan partai kedua oleh ganda pertama, Lilyana Natsir dan Vita Marissa tampak tidak kompak di set pertama. Natsir tampak bermain single, Vita tampak grogi sehingga belum mampu menunjukkan kehebatannya.

Tapi secara tidak disangka-sangka, tim ganda putri pertama berhasil memenangkan pertandingan dan membuat skor satu sama. Seketika itu Ibu saya berujar, “Wah, hebat! Ini baru permainan. Semoga yang barusan gak cuma mujur”. Saya cukup mengiyakan. Saya pun tidak bisa melakukan pembelaan bahwa kemenangan tim ganda putri pertama saat itu adalah benar-benar hasil kerja keras dan kekompakkan, karena hingga set terakhir Vita dan Natsir masih tampak belum mengenali partner-nya.
Hingga akhir partai saya masih terus menyaksikan pertandingan Tim Uber Indonesia. Tunggal kedua oleh farida menang, kembali mencetak angka. Begitu pula ganda putrid kedua di partai keempat hingga tunggal putri terakhir oleh Pia Zebadiah. Tim Uber Indonesia seperti melakukan pembalasan terhadap Tim Uber Jepang dengan menyabet empat kali kemenangan. Maka pertandingan hari minggu tanggal 11 mei, berhasil maju kepertandingan berikutnya melawan Tim Uber Belanda.

Setelah pertandingan Tim Uber selesai, barulah kami beramai-ramai duduk di depan televisi menonton pertandingan Tim Thomas. Semangat kami mungkin sama dengan penonton di Senayan. Ayah, ibu, mas, mbak, hingga kedua keponakan saya yang masih berusia dibawah 6 tahun ikut saling memprediksi perolehan skor Tim Thomas Indonesia. “5-0, Lut!” kata mas saya. Saya buru-buru meralat ucapan beliau, “Wah, ndak mungkin, Thailand kan cingcai. Mana serius Taufik mainnya. Betul gak, mah?”. “Iya. Eh, tapi bisa juga sieh Indonesia menang di semua partai,” ibu saya menambahkan “Kan, rangking Thailand semuanya jauh di bawah Indonesia”.
Setelah menyaksikan pertandingan Tim Thomas. Tim Thomas Indonesia hanya berhasil memperoleh skor 3-2 melawan Tim Thomas Thailand. Taufik Hidayat dan Sony D.K. tidak berhasil memperoleh kemenangan. Sehingga kedua tim ganda dan satu tunggal putra harus berjuang mati-matian. Kami para penonton, disuguhi tontonan yang mendebarkan dengan Simon menjadi penentu!

Alhamdulillah, Tim Thomas Indonesia berhasil lolos dan masuk ke pertandingan selanjutnya yaitu melawan Tim Thomas Jerman.
Keesokkan harinya, Senin 12 mei, Tim Nasional Bulu Tangkis Indonesia berhasil memperoleh skor 5-0 untuk Tim Uber Indonesia melawan Tim Uber Belanda dan Tim Thomas Indonesia melawan Tim Thomas Jerman. Saya melihat di sini Taufik Hidayat dan Sony D.K. berusaha membalas kekalahannya melawan Tim Thomas Thailand.

Diperempat final, Rabu 14 mei, lagi-lagi Tim Uber Indonesia berhasil menang melawan Tim Uber Hongkong. Saya tidak bisa menyebutkan skor pastinya, tapi perolehan sementara adalah 3-0. Saya juga belum bisa mengabari perihal jalannya pertandingan Tim Thomas Indonesia di perempat final hari ini, karena saya tidak bisa menonton. Paling baru tahu setelah baca beritanya besok.
Saya kembali bangga atas kemampuan Tim Uber Indonesia. Jika kilas balik, Tim Uber Indonesia dikenal lemah, apa lagi setelah pensiunnya Susi Susanti pada 1996, Piala Uber total lepas dari tangan. Ya, Uber menginap di China selama 11 tahun, mungkin sudah punya rumah. Thomas juga ikut-ikutan tur ke China selama 4 tahun dalam dua kali pertandingan. Sebenarnya bukan tur namanya jika 4 tahun tapi berdomisili.

Berhasil kah Tim Nasional Indonesia merebut kembali piala Thomas dan piala Uber? Bisa kah Thomas dan Uber pulang lagi ke Indonesia sambil bergandengan?

13 responses to “Ayo, uber thomas 2008!

  1. Emmm… keren banget deh blog-nya.. jadi pengen blajar bikin blog biar makin rame.. sayangnya punya aku jarang aku kunjungi jadi ya…gini deh. eh… gtu deh.. kapan2 mampi juga yah ke blog-e baha…
    Caw my Mew Davinci..

  2. Kita kalah.. Berkabung untuk tim thomas..😦 tinggal ngandelin uber.. indo vs china ya, hari ini?

  3. wah2x, sepertinya Tim Uber Cup Indonesia berhasil membuktikan bahwa mereka tidak bisa selalu diremehkan baik oleh publik sendiri maupun publik International. Sepertinya, apa yang dikatakan oleh Adrianti Firdasari (tunggal putri kedua Indonesia) BENAR adanya, bahwa Indonesia (yang dianggap NON-Unggulan) bisa memberikan perlawanan bahkan kejutan.

    Bravo Srikandi-srikandi Indonesia….

  4. huh.. kalah deh kayaknya ya? tadi udah lihat Uber Indonesia sekarat lawan china.. sama kayak Thomas Indonesia..

  5. # Baha
    Terima kasih banyak lho mas udah bilang keren.. Hehe tapi kayaknya katif terus nieh di blog alumni sekolahnya…

    # Nuriani
    Iya mbak, kalah kita.. Aku sempet nonton kemarin yang lawan korsel. Tapi cukup canggih juga mereka (Thomas Korsel) mainnya. Rankingnya jauh Sekali dari pemain indonesia tapi pertahanannya luar biasa.. Harusnya udah mati langkah tapi masih bisa nangkis serangan… Salut buat keduanya Tim!

    # Moel MLDS
    setuju moel! hidup uber indonesia! apa pun hasilnya saat ini. Mereka sudah berjuang. Tetap dukung Tim Bulutangkis Indonesia hingga tahun-tahun berikutnya.

    # Zaenal
    Weks! kita emang kalah, mas. Baik uber maupun thomas. Tapi jangan diremehkan atau memandang sebelah mata atas kekalahan Tim Nasional kita. Mereka TimNas Indonesia, bukan tidak berjuang, masih punya tekad kuat buat menang kok saat itu, hanya saja mungkin memang ada faktor penentu lainnya, seperti: stamina menurun, konsentrasi terganggu, dan faktor keberuntungan juga mendukunng lho…😀

  6. 😦 kalah…
    sedih juga. hiks.. hiks..

  7. # norie
    iya mas.. sayang banget ya.. gpp 2 tahun lagi akan diperbaiki semuanya.. hahaha…

  8. hehehehe … ternyata akhinya kalah ya. iya semoga regenerasinya berhasil menciptakan pebulutangkis dunia yang baru …

    -ga bisa nongton euy-

  9. # winyo😀 iya nieh, kalah. AAMIN. Insya allah ya mas.. tapi tetep dukung Tim Nas Bulu Tangkis Indonesia menag di olympiade bulan agustus nanti ya..

  10. yang sekarang gak ada ya report-nya?

  11. # lila
    iya nieh, saya gak ngikuti soalnya.. tunggu berita beberapa tahun kedepan yaa..😉

  12. # lila
    gak ada nieh.. maaf yaa.. tapi report singkatnya adalah: kita kalah (walau gak total) baik dalam olimpiade maupun kejuaraan lainnya…😉

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s