E-Mail Dari Kecoa.


Senin, 6 Oktober 2008

Kepada Para Ahli Biologi,

Pertama-tama, saya ucapkan selamat malam dan salam kangen dari lubuk hati terdalam. Dengan segala hormat dan kerendahan hati dari hewan tua ini, memberanikan diri untuk menyampaikan keluhan rakyat Insecta, khususnya Ordo Blattodea, bangsa kecoa.

Tanpa banyak basa-basi, perkenankan lah saya menceritakan sekelumit pengalaman hidup saya.

Pagi, sepuluh hari yang lalu, empat hari menjelang lebaran dan Hardiknas (Hari Mudik Nasional), kami sekeluarga berencana menjagakan rumah majikan kami sekaligus mengundang beberapa kerabat kecoa lainnya bersilaturahmi selama mereka mudik.

Sehari menjelang kepergian mereka, kakek buyut saya berencana meminta maaf mewakili keluarga atas segala kesalahan kami baik yang disadari maupun tidak. Saya yakin, anda mampu melihat itikad baik ini. Namun, baru saja kakek menampakkan batang antenanya dihadapan nyonya besar, ratusan makian dan alas kaki langsung dihujamkan. Gelagatnya membuat satu per satu anak-anaknya datang dan memburu kakek rame-rame. Salah satu anak nyonya menyemproti dengan racun. Untunglah, kakek berhasil sembunyi di bawah tumpukan koran dan merayap pelan-pelan. Anak nyonya yang paling kecil menendang tumpukan koran hingga separuh badan kakek kelihatan. Ia tebang dan nemplok di dinding tapi cakar-cakarnya sudah lemah sehingga akhirnya merosot dan di-smash pakai raket listrik. Saya dan adik-adik hanya bisa sembunyi, menonton dan gemetar. Sampai sekarang, ingatan itu masih ada.

Hari itu saya berpikir, hewan seperti kami dibunuh, diburu dan dibasmi tanpa tahu penyebabnya. Apakah dulu moyang kami adalah pencuri? Apakah kami ini pembunuh? Sedangkan saya belum pernah mendengar berita manusia mati disebabkan gigitan kecoa. Atau kami dibunuh hanya karena kami seekor kecoa? Bagi kami, tindakan ini sudah melanggar HAK (Hak Asasi Kecoa). Walau pun kami sadar bahwa kami menjijikan dan sering terlihat berkeliaran di tempat yang jorok. Namun jika dibiarkan begini terus, kami bisa punah. Mati sia-sia. Bukan karena membela tanah air atau menafkahi keluarga melainkan hanya karena kami nongol dihadapan manusia.

Oleh karena itu, atas nama rakyat kecoa, saya mohon agar kami bisa terus diteliti. Kami bukan hama. Di Thailand beberapa spesies kecoa merupakan cemilan berprotein. Kami pun diduga satu-satunya hewan yang cepat beradaptasi dengan lingkungan sehingga mampu bertahan hidup dalam segala kondisi. Tampaknya, kami lebih rela kehilangan nyawa untuk hal-hal semacam itu dari pada mati percuma.
Sekian surat dari kami. Semoga anda mengabulkan permintaan kami.

Terima Kasih.

Hormat Kami,
Kecoa

PS : Maaf ya, saya mau lewat di meja laboratoriummu. Tolong jangan diusik.

38 responses to “E-Mail Dari Kecoa.

  1. hehehe.. jadi keinget td malam mew…
    semalem gerimis datang, dan dari arah pembuangan air d kmr mandi, keluar bbrp kecoak dan masuk ke ruangan dalam rumah…
    alhasil.. suami lgs ambil semprotan dan membasmi sampe tuntas kecoak itu… hmm.. maafkan suami aku ya… tp gmana lagi keberadaan kamu d dalam rumah mengusik kami juga sih … :-S

  2. dear
    mr / mrs kecoa
    ditempat

    Menanggapi surat yang anda kirimkan, sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas surat pengaduan tersebut .

    Pertama-tama kami akan menyampaikan alasan kenapa kaum kami melakukan tindakan yang menyebabkan kerabat anda tewas dengan semena-mena.Alasan kami adalah :

    1. Tubuh anda dan kerabat anda bau, semisal anda sering merawat diri anda, minimal pake deodoran tentunya kami-kami tidak merasa jijik dengan anda semua .

    2. Kerabat anda sering bermain ato muncul dari tempat kotor semisal, selokan ato tempat pembuangan limbah rumah tangga. Dan dikawatirkan bila hinggap diatas makanan akan memindahkan kuman2 yang bersarang dikaki anda-anda sekalian .

    3.Mengenai yang di Thailand itu memang sama-sama Kecoa tapi tentunya Kecoa yang bukan bersarang diWC ato di got seperti saudara-saudara anda yang dibantai kemaren . Tapi itu sebenarnya tinggal manusianya tega ato ngak mencamil anda sekalian . Dan tentunya pintar-pintar manusia membumbui kalian..kalo bumbu gurih dan crispy tentu diembat aja… kriuk

    Setelah menjabarkan kenapa kami sebagai manusia selalu melakukan pembantaian terhadap anda sekalian, tentunya tidak etis dan juga bisa dikatakan melanggar hak-hak perkecoaan, bila kami tidak menindak lanjuti permintaan anda untuk diteliti dilab.Maka dari itu kami akan segera melaksanakan sidang terpadu untuk segera melakukan tindakan-tindakan yang sama2 menguntungkan kedua belah pihak . pipti-piptylah

    Terimakasih

    Sun sayang

    Ahli biologis eh biologi

  3. # end
    tidak apa-apa mbak.. kami bisa ngerti kok๐Ÿ˜ฆ
    waktu itu kedinginan. bingung mau masuk lewat mana. pintu depan , samping dan belakang dikunci. lewat atap kuatir bocor atapnya.lewat wastafel, nanti kena sabun.. jadi lewat kamar mandi.. maaf juga yaa..๐Ÿ˜€

    # ahli biologi a.k.a regsa

    Kepada ahli biologi,

    Saya ucapkan terima kasih atas balasan suratnya. Senang anda mau menanggapinya.

    Dengan tetap menundukan kepala dan mengingat segala kebaikan manusia-manusia yang pernah menjadi majikan kami, keinginan untuk membela hak-hak kami tetap ada. Menanggapi penyebab-penyebab tindak kekerasan yang terjadi, kami pun juga memiliki beberapa alasan yang sepadan.

    Mungkin karena kami buruk rupa sehingga makhluk sempurna seperti anda jadi tidak tahan dan mengesampingkan kami. Di cap sebagai makhluk buruk rupa yang tidak layak menempati area wangi dan bersih membuat kami terlunta-lunta ke sana-ke mari.

    Sabun mahal anda itu tidak akan pernah terbeli, deodoran sekali pun! Walau pun suatu hari kami punya uang dan pergi ke swalayan, pasti kami akan langung diinjak dengan sepatu-sepatu petugas kebersihan.
    Dulu teman-teman kami menemui saudara anda untuk minta wewangian, memang dikasih, tapi mengandung racun serangga. Alhasil yang pakai langsung mati di tempat. Namun kegigihan ini masih berlanjut, kenekatan untuk nongkrong di tempat penyimpanan sabun agar wanginya nempel juga berujung kematian.

    Nah, itulah sebabnya mengapa usulan ini nekat disampaikan pada anda. Sudah bertahun-tahun kami dipaksa tidur di tempat bau, kotor dan gelap. Mengenai cemilan, saya sadar, pasti jijik dengan keklimisan dan bau badan ini, apa lagi kalau hanya di rebus, bisa aja ada bulir-bulir hijau, putih, kuning dan cokelat keluar dari kepala dan perut. Tapi berprotein! Bukan kah anda tim sendiri yang pernah mengatakan bahwa setiap benda baik bernyawa atau tidak pasti selalu berguna. Bedanya, apakah mau digunakan secara maksimal atau tidak.

    Baiklah, saya mengerti dengan perasaan anda saat ini. Oleh karena itu kami akan menunggu datangnya kasih sayang anda sampai perang nuklir sekali pun.

    Terima kasih.

    Hormat Kami,

  4. Nasib kecoa yang malang. Tapi nasibnya mungkin bisa sedikit berubah kalau sang kecoa berganti merek parfum. Karena kebanyakkan manusia kurang suka dengan bau parfum yang dipakai sekarang.๐Ÿ˜€

  5. # rafki rs๐Ÿ˜€ akan diusahakan. semoga gak dimasukan ke sel lantaran ganti merek parfum…

  6. kasian ya kecoa itu diburu melulu? Mau nyemil kecoa?

    oia, terima kasih ya komennya di blog saya. Pedas tuh. Hehe

  7. kecoanya keren juga ya, melek internet๐Ÿ™‚

  8. # dondanang
    masa kecoa makan kecoa, mas..๐Ÿ˜€
    maaf soal komentar saya waktu itu..

    # elys welt
    iya, biar gini-gini kami belajar dari kegiatan kalian.. biar gak gaptek lagi..

  9. Cemilan berprotein? baru tau gw… iya2 ya… napa klo ada kecoa pasti disikat dech… apa karena jijik ya ?

    ———————————————————-
    btw dukung gw di busby seo ya… cukup komen di
    postingan

    http://masenchipz.com/busby-seo-test

    makasih

  10. # masenchipz
    reflek kali ya.. naluri kepsikopatan๐Ÿ˜๐Ÿ˜€ saya akan dukung sampeyan sampai titik darah penghabisan.. :D:D

  11. bagaimanapun kecoa telah memberi inspirasi banyak orang — semisal Regsa dkk — untuk menambah perbendaharaan kata2 dia, tapi sayang disalahgunakan dalam bentuk makian, umpatan dll.. “dasar kecoa!! ”๐Ÿ˜€

  12. Halllo Makasi ya tulisannya jadi nambah tau… heheheheh:)

  13. # sayur asem๐Ÿ˜ฏ sampeyan tahu dari mana, mas?

    # afri_clik
    hehehe.. tahu soal surat diplomasi kami ya?

  14. Sesungguhnya, ketika Tuhan menciftakan banyak makhluk, tidak ada yang sia-sia, Kecuali kecoa.

    Semua ya Ia ciftakan, dafat memberikan manfaat bagi makhluk laennya, kecuali kecoa.

    Tuhan memerintahkan agar kita bangsa manusia mau menjalin ukhuwah atau persaudaraan, baik dengan sesama manusia, dengan alam bahkan dengan binatang, kecuali dengan kecoa.

    Tuhan melarang kita bangsa manusia untuk membunuh binatang tanfa alasan, kecuali kecoa…:mrgreen:

  15. Ane lebih takut ama kecoa, ketimbang macan….๐Ÿ‘ฟ

  16. # cabe rawit
    ah, bisa aja menyudutkan kaum saya nieh..๐Ÿ˜†
    perasaan kecoa sekali gaplok aja langsung tewas… gak kayak macan yang perlu bedil.:mrgreen:

  17. hehe ada2 gajah๐Ÿ™‚

    nice story ^^

  18. Dik, ayo nulis lagi!

  19. bentar lagi temen2nya kecoa pada bikin surat juga neh kayanya,,cacing kelabang kalajengking lalet dll:mrgreen:

  20. # hmcahyo
    hehehe.. makasih yaa.. lebih cool lagi kalau bisa masuk cooler, mas..:mrgreen:

    # iman๐Ÿ˜€ jangan dunk.. nanti saya mati diinjek gajah segede itu..๐Ÿ˜€

    # achoey
    iya, makasih semangatnya kakak..๐Ÿ˜€
    saya tunggu wangsit dulu baru nulis qeqeqe…

    # [H]
    hehehe… bisa aja.. semoga enggak kang..๐Ÿ˜‰

  21. Dan kami bertemu
    Dan kami tersenyum
    Dan kami bersapa
    Dan kami berbincang

    Dan ia datang lagi
    Dan ia bangkit lagi
    Dan ia kembali menata
    Dan ia membangun

    Yang telah payah
    Yang telah terlupakan
    Yang telah terkubur
    Yang telah hancur

    Rasa ini…,
    Berjuta lidah coba ungkapkan
    Beragam bunga coba wujudkan
    Beratus bait puisi coba ungkapkan

    Rasa ini…,
    Lebih dari ucapan lidah
    Lebih dari beragam bunga
    Lebih dari ungkapan bait puisi

    Hahaha…,
    Aku siap hancur
    Aku siap terkubur
    Aku siap terlupakan

    Sekali lagi,
    Demi rasa itu

    Ya, aku jatuh cinta
    Pada seorang wanita

  22. ngga usah kecewa karena kamu kecoa
    kecoa yang kecewa biasanya bikin manusia juga kecewa
    kalau para kecoa disuruh milih reinkarnasi
    pasti dia ngga mau jadi manusia
    soalnya manusia bisanya cuma benci
    kadang tanpa alasan
    so.. jangan kecewa karena kamu kecoa
    beruntunglah kecoa karena tidak jadi manusia
    karena manusia bisa jadi memiliki sisi kecoa
    jadi… beberapa manusia bisa jadi adalah bangsa kecoa juga
    manusia yang bergizi bisa menyehatkan kaya kecoa yang di thailand
    manusia yang mengganggu bisa dimusnahkan

  23. jadi inget Men In Black
    saat will smith nginjak-nginjak kecoa di akhir film๐Ÿ™‚

  24. Mungkin karena kecoanya kecil maka cepat mati bila disemprot, seharusnya kecoa sebesar kerbau biar kuat dan pasti engga mati saat disemprot. Serta namanya pun bukan kecoa tapi keboa…..hahaha…
    salam kenal…..

  25. Hebat euy kecoanya bisa melakukan aklamasi,birokrasi,proklamasi (sebenernya gak tau artinya he3x) sekalian gencatan senjata aja mba’. Lam kenal ^^

  26. wew sedih banget baca ceritanya penderitaan menjadi bangsa kecoa..
    coba deh semua kecoa demo ke istana negara… kayak yang lagi musim sekarang ini, barangkali aja bisa dimusnahkan secara masal hehehe๐Ÿ˜€

    lam kenal yach…

  27. Tunggu aja..,bentar lagi ada Komnas Perlindungan Kecoa…๐Ÿ™‚

  28. yaaaaaaaaaaaaa………

    gitu dech

  29. basmiaja kecoaknya pakek baygon

  30. Ihh ada kecoa… ^_^ salam knal untuk yg punya blog..

  31. perlu diusulkan juga RUU KecoaGrafi dan KecoAksi, yang melindungi ‘HAK’ tsb. O ya aku mau deh jadi pansus nya…
    Dan mudah-mudahan apa yg dilakukan si kakek buyut tsb, bukan merupakan bentuk eksekusi mati yang dilakukan semena-mena oleh sang majikan…
    CU…

  32. # wuller
    itu puisi kematian apa puisi cinta mas?๐Ÿ˜†

    # lebahcerdas
    makasih buat semangatnya mas. Ini pertama kalinya saya kedatengan lebah, ayo duduk dulu.. Maaf gak ada madu di sini:mrgreen:

    # aldohas
    iya diinjak dengan perasaan tulus..๐Ÿ˜†

    # handoko
    ah, bisa aja.. masukan yang bagus. mungkin kalau cucu-cucu kami bisa mengkonsumsi penambah berat badan, panjang-lebar-tinggi badan, dan penambah nafsu makan, hasilnya bisa seperti keboa:mrgreen:

    # kaka
    jelas ada kalau di sini..๐Ÿ˜‰

    # @doen
    rencananya gitu, tapi apa harus perang dulu kalau mau gencatan senjata mas?๐Ÿ˜€ salam kenal juga๐Ÿ™‚

    # firman
    rasanya saya jadi makin mantab buat selalu pakai pihak ketiga.๐Ÿ˜
    salam kenal juga๐Ÿ˜€

    # prasabri
    saya tunggu!๐Ÿ˜‰

    # abha๐Ÿ˜€ kalau gitu kami mau latihan dulu biar tahan baygon..

    # rizky pranata
    maaf… maaf.. tolong jangan sorot kameranya ke saya..๐Ÿ™‚

    # alfisahr
    semoga. Mari kita berjuang melawan kekerasan dan diskriminasi kecoa!:mrgreen:

  33. puisi cinta plus kematian kali yaks?๐Ÿ˜€

  34. Yang pertama saya ingat setelah baca tuilsan ini adalah; seekor kecoa bintang filem yg jadi piaraannya Wall-E. Mungkin itu saudaramu ya? Kalo bisa dimintain tanda tangan atau sekedar cap sungut, boleh juga tuh…๐Ÿ˜€

    *serius mode: on*
    Surat yg menarik,, cuma masih gagal untuk menggerakkan hati saya untuk lebih bersimpati pada bangsamu… yah setidaknya saya nggak hobi menggebuk, menyemprot, ataupun menyetrum kecoa. Selama ini sih, cuek aja. Saya dengan urusan saya, kamu dengan urusan kamu. Toh, bumi cuma satu. Gak bisa dimonopoli sendiri sama manusia.

    Salam kenal๐Ÿ™‚

  35. # wuller๐Ÿ˜† bisa jadi

    # suaracahaya๐Ÿ˜† tintanya saya beli dulu deh..

    iya gak bisa dimonopoli tapi sifat memonopoli itu pasti nempel๐Ÿ˜€

  36. Teruntuk Para Kerabat Kecoa
    Dari
    Ahli Biologi

    Dear Kecoa, setelah kami teliti, dan kami pelajari, ternyata manusia itu bermaksud baik kepada komunitas anda, benar apa kata Ahli Biologi diatas bahwa anda bau, anda jarang mandi dan anda hidup di got.

    Maka dari itu, manusia yang memiliki teknologi mencoba menolong anda, mereka menyemprotkan obat yang berbau wangi agar anda bisa berbau wangi juga.

    Tapi ternyata komunitas anda salah terima, obat itu kalian hisap dalam dalam sehingga membikin anda sakauw atau paling tragis sampai mati.

    Salam.

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s