Hindari Menghangatkan Ulang Tai Ayam!


Ketika saya mengatakan kepada semua orang bahwa saya akan mengambil Studi di Belanda dengan mengikuti kompetisi blog yang diadakan Neso Indonesia, saya menerima respon berupa kening berkerut-kerut atau ekspresi sangsi lainnya menanyakan: “Oh ya? Berapa lama? Gimana prosedurnya?”

Seperti biasa, saya memberi tanggapan standar dengan meminta melihat hasilnya. Sebenarnya, gak semua orang menanggapinya seperti itu, beberapanya malah menyemangati atau cuek saja, bisa jadi karena tahu kalau saya cuma anget-anget tai ayam, kalau tai-nya sudah dingin ya beres atau malah cari hal-hal yang bikin tai-tai ayam anget lagi.

Ini kelemahan saya yang paling dominan. Saya sadar dan lama-lama butuh sesuatu yang mampu “menggampar” a.k.a bikin syok biar makin nyata perubahannya.

Namun seseorang mengatakan bahwa untuk sebuah perubahan jangan biasakan nunggu tapi lakukan. Tidak butuh instruksi tapi inisiatif. Tidak hanya wacana tapi realisasi.

Maka, saya ingin share tips untuk memotivasi diri agar tidak lagi terjerembab dalam hangatnya tai ayam:

Pertama, kenali gejalanya.

Awalnya, penderita akan merasa sangat tertarik terhadap hal-hal yang baru saja dibaca atau dilihat. Hasratnya menggebu-gebu. Kelihatannya gak ada rintangan yang gak bisa diatasi. Seolah-olah ada banyak hal yang akan dan mampu dilakukan. Punya banyak plan seperti Plan A, B, C, D dan biasanya belum terstruktur. Beragam kalimat seliweran di otak sehingga pas untuk dijadikan naskah pidato durasi 15-45 menit. Jika ada beratus-ratus mimpi dalam kepalamu, maka di kepalanya ada berjuta-juta mimpi atas nama future.

Gelaja ini tidak mutlak tapi bisa jadi indikator seberapa parahkan penyakit si penderita?

Kedua segera atasi dengan mengenali sejarah, tujuan, visi, misi dan efeknya. Pastikan rencana atau langkah-langkah yang akan engkau ambil tidak lagi abstrak. Pastikan juga semua informasinya telah diserap, dipahami dan mencukupi. Tujuannya adalah untuk normalisasi.

Mengapa harus mengenali sejarah? Secara ringan dapat dijelaskan bahwa sejarah diperlukan untuk memprediksi masa depan dan mampu mengetahui sebab-akibat sebuah permasalahan juga menarik kesimpulan.

Sedangkan tujuan, visi dan misi merupakan pelengkap dari sejarah itu sendiri sekaligus untuk memberi batasan. Sehingga dari sini seseorang dapat mengkaji ulang langkah-langkah apa saja yang harus diambil, tidak cukup dengan Plan A, B, C atau D melainkan, plan dalam plan, contohnya:

Rencana Mengambil Studi Ke Luar Negeri, GRATIS!

  1. Short Course/Summer Course

A.1. Melalui Kompetisi/Lomba

A.1.1. Blog

A.1.2. Prakarya

A.1.3. Dst.

A.2. Melalui Beasiswa

A.2.1. Olahraga

A.2.2. Prestasi akademik

A.2.3. Dst.

A.3. Dst.

Setelah itu tentukan jangka waktunya, apakah termasuk short term, middle term, atau long term? Simple-nya tujuan, visi dan misi berkaitan dengan 5W+1H, What? Why? Where? When? Who? How? Perhatikan pula apa saja dampak, positif dan negatifnya. Hal ini diperlukan untuk melakukan persiapan-persiapan lebih awal, mematangkan rencana dan mengurangi human error.

Rencana-rencana tersebut tidak boleh abstrak sekalipun sudah distruktur. Tuangkan ke dalam bentuk nyata yang mampu dibaca dan dilihat siapa saja misalnya dalam bentuk tulisan, video, chart atau yang lainnya.

Perlu diingat bahwa rencana yang baik dan benar tidak cukup jika dibuat sekali jadi. Maka, carilah dan terima informasi terkait sebanyak-banyaknya agar rencana bisa dikaji ulang dan meralat pada poin-poin yang tidak lagi relevan.

Terakhir, putuskan!

Tentukan apa yang kamu mau. Jika merasa sulit, mintalah sugesti atau serahkan pada orang yang kau percaya untuk mengambil keputusan. Tidak perlu malu.

Selamat Mencoba.😉

8 responses to “Hindari Menghangatkan Ulang Tai Ayam!

  1. Saya keknya lebih parah penyakitnya dari penjabaran itu.. panas-panas tahi ayam terus dimasukin ke frezer.Panas-panasnya menggebu-ngebu dan tak berapa lama angin dingin ampe membeku.

    Keknya aku juga butuh orang untuk menggampar telak dijidat saya sebagai pendorong bila tiba-tiba ada ide bagus menyelinap dikepala saya.

    btw.. tulisanmu apek..tapi sayang jarang nulis😀

  2. angin*:akan

    salah nulis ..hehehe

  3. hmmm,😀
    akhirnya kejawab juga mengapa harus sembunyi dari hangat-hangat tai ayam..:)
    lanjut terus ya….

  4. Rumusannya pun sudah dibuat. Cuma ada satu yang kurang, kapan berangkatnya?😀

  5. judulnya provokasi banget🙂 kirain ada hubungan tentang gossip hehehe

  6. Kalau tai ayamnya diubah jadi dendeng atau abon mungkin masih enak

  7. # regso
    saya gak ikut-ikut gampar-gamparan ah😆
    tapi mas ini termasuk enak lhoo, udah ada frezzer, saya malah cuma diangin-anginin aja..😀
    btw, aaah gpp, salah pengetikan itu biasa..
    btw lagi, jangan kebanyakan muji, bisa geer saya nanti..😀

    # sansan
    iya..
    lanjutttt!!!!

    # wuller
    berangkatnya??!😆
    kalau udah mantap :D:D

    # bambosi blog:mrgreen: sekarang kan lagi masa damai mas..
    belum waktunya..😀

    # starboard😆 prosesnya dijemur, digiles, sama diayak.
    trus dipadetin sama, trus dirajam ya?😀

  8. Ping-balik: Dari Belanda Dimulai Komunitas Global « mew da vinci

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s