#1 The Republic of Ngucini Bytenor


Ini adalah hari kedua saya dalam membangun sebuah bangsa baru yang saya beri nama Republik Ngucini Bytenor. Sekilas nama bangsa yang saya pilih tersebut terkesan gilani, aneh, serampangan, ngasal, gak menjual, pas-pasan, dan lainnya. Tunggu! Ini bukan Travian, Travians, Virtualworlds, AQWorld, Wealth of Nation. Melainkan adalah NationStates ala Max Barry dalam bukunya Jennifer Goverment.

Ketika pertama kalinya saya mendaftarkan Ngucini Bytenor, saya diminta memilih gaya kepemimpinan dan sejarah bangsa. Kemudian, saya diberi 10 pertanyaan agar bisa diklasifikasikan lebih lanjut lagi. Setelah itu, Ngucini Bytenor pun terbentuk, dengan awalnya memakai bendera Indonesia kemudian saya ganti dengan sepasang mata kucing, berada di Pasifik Selatan. Di hari pertama, Ngucini Bytenor dikategorikan sebagai “Compulsory Consumerist State”. Dengan Civil Right berada ditaraf rata-rata, keadaan ekonominya terus berkembang (tentunya hingga di hari kedua), namun sedikit sekali warga yang mendapatkan kebebasan berpolitik.

Saat itu juga, saya mendapatkan kurang lebih empat telegram dan satu isu atau permasalahan negara. Isi dari telegram yang saya terima, biasa saja, yaitu berupa undangan untuk bergabung dengan salah satu diantara mereka. Isu ini lah yang nantinya bisa merubah nasib bangsa.

Isu pertama di hari pertama menyinggung soal demokrasi, haruskah bersifat wajib? Apakah dalam setiap pengambilan keputusan diperlukan adanya voting? Jika ya, engkau pun tahu bahwa di negara kita sendiri kewajiban untuk memilih masih tetap diabaikan, masih ada saja orang-orang yang memilih untuk tetap golput. Tapi jika ditiadakan, maka akan lebih banyak orang protes, mengadakan banyak demo yang bisa jadi nantinya bersifat anarki.

Detik-detik pengambilan keputusan pun semakin dekat. Saya memilih agar pengambilan suara dilakukan secara suka rela. Jadi, terserah rakyat saya nantinya mau putih, biru, kuning, merah, hijau, jingga, abu-abu, nila, cokelat, atau yang lainnya. Ternyata, setelah memasuki hari kedua, pilihan saya itu merubahan kategori bangsa dari negara yang mewajibkan adanya perlindungan terhadap konsumen menjadi surga bagi orang-orang kapital. Tidak hanya itu, kebebasan berpolitik di Ngucini Bytenor juga berkembang, yang tadinya sedikit sekali, sekarang menjadi bertambah jumlahnya walau hanya beberapa saja. Dan menurut sensus dunia, Ngucini Bytenor berada di urutan ke 1691 di Pasifik Selatan and ke 35,411 di dunia untuk negara terkutuk?!

Oh! Sebagai informasi, kriminalitas di Ngucini Bytenor meraja lela, apa lagi didukung oleh jumlah penjara yang bisa dihitung dengan jari, karena saya membebaskan penjahat berkeliaran. Yang saya pikirkan saat itu adalah kemajuan bangsa didukung oleh tingkat keahlian para penjahatnya.

Saat ini, saya sedang menunggu permasalahan lain yang akan timbul pada hari kedua pemerintahan saya.

Ngucini Bytenor selalu terbuka bagi warga negara baru sepertimu!:mrgreen:

4 responses to “#1 The Republic of Ngucini Bytenor

  1. ‘Mengganti Darah dengan Tinta Biru’
    Nice!!,,

  2. masih keren seperti biasanya😀, btw g mulai nulis blog lagi nih setelah blog g berjamuran😀, btw cara buat wordpress gmna sih?

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s