Jelek Itu Seni Dan Bernilai Jutaan


Waktu saya melontarkan pendapat saya saat berdiskusi dengan beberapa teman-teman saya bahwa, jelek itu suatu karya seni murni yang bersifat original, unik, tidak memiliki saingan, dan bisa menghasilkan uang jutaan. Pernyataan saya itu malah mengundang tawa, ejekan, cibiran, dan bahan lelucon. Saya bermalam-malam merenung, kira-kira apa yang salah. Coba deh renungkan, siapa yang mau dibilang jelek? Saya yakin, tidak ada satu manusia pun yang mau dijuliki Si Jelek. Makanya, saya bilang tidak memiliki saingan. Ada kasus lain yang menjelaskan kenapa jelek itu unik, hampir semua karya seni yang dipajang di museum adalah saduran. Hal ini dilakukan untuk mencegah hilangnya karya asli. Coba bayangkan, jika hampir semua lukisan populer Leonardo da Vinci tiba-tiba musnah. Bisa jadi, dia akan bangkit dari kubur, mengelilingi Italia mencari objek lukisan sambil membawa kanvas dan kuasnya, kembali melukis, kemudian membuka galeri. Hal semacam ini, tidak akan pernah diaplikasikan ke karya seni yang dinilai jelek mirip ceker ayam. Pernyataan saya tentang jelek itu original juga ada alasannya dan sudah terbukti melalui riset. Tahun 2010, saya mengundang 10 orang dari berbagai kalangan dan usia untuk mengikuti tes yang saya adakan di Kebun Raya Bogor. Pertama-tama, saya mengajak mereka makan siang, kemudian dilanjutkan dengan melihat bunga di rumah kaca. Terakhir, saya meminta mereka membentuk lingkaran, mengelilingi seekor semut, dan meminta menggambar seekor semut di kertas gambar yang sudah disediakan. Hasilnya adalah kebanyak dari peserta menggambar semut lagi tiduran. Biarpun terkesan mirip-mirip saja, tapi goresan tiap orang berbeda dan memiliki ciri khas saat proses menggambar semut.

Terakhir adalah pernyataan “jelek itu menghasilkan uang”. Pernyataan yang satu ini betul lho! Sudah banyak juga buktinya lukisan-lukisan yang terkesan asal-asalan diminati banyak kolektor. Bahkan, jika sudah kehabisan ide, anda bisa menjual sebuah karya yang tidak bisa dilihat seperti lukisan “Fresh Air” yang dibeli Aimee Davidson seharga $10,000 (sepuluh ribu dolar). Alasan mengapa karya senia anda tetap laku walau banyak dikritik adalah karena di dunia ini banyak kolektor dengan selera yang unik. Untuk menemukan orang-orang unik tersebut, anda harus bersabar, percaya diri, dan berani memasarkan karya anda. Tidak ada standar yang jelas untuk dinilai bagus atau jelek. Coba anda bayangkan jika semua hal di dunia ini terlalu sempurna, maka akan terasa aneh dan janggal. Jadi, jika anda memang ingin berkarya, jangan setengah-setengah dan keluarkan seluruh imajinasi anda. Bayangkan dan yakinlah, suatu hari akan ada kolektor unik yang datang kepada anda dengan sekoper emas batangan. Jangan lupa untuk publikasikan karya anda, agar semua orang tahu ada karya seni seperti buatan anda.

Selamat mendulang emas dari karya seni yang jelek.😀

2 responses to “Jelek Itu Seni Dan Bernilai Jutaan

  1. sayapun masih terheran2 dengan harga lukisan yang naudzubillah padahal kalo dilihat dari kacamata saya seperti tumpahan cat dikanvas.
    Tapi itulah seni, jelek dan gak jelek tidak ada standartnya…setubuh

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s