Siaran Kepagian: Tips Cinta Jarak Jauh


Halo teman-teman semua! Selamat kamis pagi buat kamu semua yang lagi pacaran jarak jauh. Sudah mendengar suaranya pagi ini? Sudah?! Kalau gitu saya ucapkan selamat! Anda memang pasangan yang luar biasa. Biasanya pagi-pagi gini, apa sieh aktifitas kamu? Kalau saya, tentu saja siaran dunk. Saat orang lain lagi sibuk paduan suara khas “ngak-ngik-ngok”-nya, saya di sini, sendiri aja, lagi asyik cuap-cuap. Makanya, temeni saya ya. Soalnya, saya mau bagi-bagi tips nieh, buat kamu-kamu yang lagi pada kasmaran. Yaps! Para pejuang cinta wajib banget nyimak semua ocehan saya, dan pastinya jangan lupa dicatet, okay?!

Tema kali ini adalah tentang berhubungan jarak jauh atau bahasa gaulnya Long Distance Relationship (LDR). Beberapa minggu terakhir ini, saya mulai kebanjiran Direct Message (DM) di twitter yang nanyain jurus-jurus ampuh langgeng sama pacarnya. Apa lagi, problem mereka kebanyakan adalah pernah mergokin prince/princess-nya lagi selingkuh. Oops! Dijamin bikin perut kenyang gara-gara makan ati. Tapi, ada juga lho yang curhat soal sikap pacarnya yang sering gak jelas. Katanya sieh, pacarnya jago banget bikin suasana hatinya berubah-ubah, misalnya sehari nyenengin, sehari ngeselin, sehari perhatian, sehari ngebetein. Ribet deh, intinya. Nah, lalu gimana tuh ngadepinnya? Stay tune yah!

Sikon pertama: gimana sieh cara ngadepin pacar yang sering bohong? Sebenernya sieh, bohongnya yang kecil-kecil aja, kayak soal makan, minum, jalan-jalan sama teman, belanja, masalah di rumah/sekolah/tempat kerja, yang gitu-gitulah…

Kalau menurut saya sieh, kayaknya dia takut deh sama kamu. Hmm, bukannya bermaksud nuduh kamu yang macem-macem lho, cuma orang bohong itu biasanya karena dia takut. Misalnya soal makan, pas kamu tanya “udah makan malam apa belum?”, trus dia jawabnya “sudah”, padahal jangankan makan malam, malah dari pagi dia belum makan sama sekali. Untuk bisa menjalin hubungan bersama pembohong sejati, kamu harus siap lahir dan batin. Ingat! Harus sabar! Sabar adalah kuncinya. Pembohong model ini, saya sebut sebagai Pembohong Berhati Nurani, karena dia tahu sikapnya salah tapi tetap berbohong demi menjaga perasaanmu. Jadi, sebelum menyalahkan atau ngomel-ngomel ke pacar kamu, sebaiknya kamu introspeksi diri sendiri terlebih dahulu, mungkin kamu adalah orang yang posesif, gampang curigaan, ngomongnya kasar, suka marah-marah, panikan, sering menanggapi suatu hal secara berlebihan atau tidak pada porsinya, sering ngambek, rajin cari kesalahan orang lain, kekanak-kanakan, atau suka mengungkit-ngungkit masa lalu.

Saat melakukan introspeksi, sebaiknya jujur dan berani memaafkan diri sendiri. Dengan memaafkan diri sendiri, maka dengan sendirinya kamu mulai memiliki keinginan untuk berubah. Setelah kamu memahami alasan kenapa dia seneng banget bohongin kamu, maka sekarang giliran langkah selanjutnya untuk merubah pandangan dia tentang berbohong. Nah, untuk meng-clear-kan kebiasaan berbohongnya yang kayak gini, coba kamu lakukan pendekatan. Kasih pemahaman secara berulang-ulang, kalau kamu lebih suka dia berterus terang dan menjawab pertanyaan kamu dengan apa adanya. Bilang juga kalau, kemarahan kamu adalah untuk kebaikan dia. Coba, kalau dia sakit, aku rasa setidaknya kamu akan merasa sedih. Pertama, kamu sedih melihat dia sakit. Kedua, kamu gak bisa berbuat banyak untuk membantu dia agar lebih sehat. Ketiga, kamu dibohongi!

Sikon kedua: dia kok selingkuh! Udah gitu, dia bohongin dan morotin aku. Emangnya apa sieh kurangnya aku?

Jadi, dia selingkuh? Wah! Ini namanya keterlaluan. Saran saya, putusin aja! Gak usah pake mikir lagi. Buang gengsi kamu apapun alasannya. Gak perlu pake ngasih kesempatan kedua, ketiga, keempat, sekalipun keseratus. Ngapain nyimpen benalu kelamaan? Inget ya, apapun alasan yang dia berikan ke kamu, tetap aja sikap dia tidak benar. Dalam hal ini, kamu 100 langkah lebih unggul dari dia dan selingkuhannya. Gak perlu bales-balesan, segala. Kamu hanya perlu bersikap tegas dan berpikiran lebih matang. Kalau kamu memang sakit hati banget, boleh kok kamu ngebales perbuatannya dengan selingkuh juga. Hanya saja, sikap itu justru akan membuat kamu semakin sedih dan terpuruk. Kalau kamu membalas kelakukan buruknya dengan hal buruk juga, artinya kamu masih menginginkan, merindukan, menyayangi, mencintai, bahkan rela diselingkuhin terus-terusan lho. Saya mengerti kalau kamu bakalan bilang hal yang sebaliknya, demi menjaga gengsi.

Selingkuh itu tidak hanya menyakiti satu atau dua orang saja. Pertama, kamu akan menyakiti pacar kamu. Korban kedua adalah orang tua pacarmu. Korban ketiga adalah orang tua kamu. Dan korban terakhir adalah kamu dan selingkuhanmu sendiri. Saya sebut kamu dan selingkuhanmu adalah korban bukannya tidak beralasan. Memang, awalnya indah, nyenengin, dan memberikan sensasi mendebarkan. Coba bayangin, seru banget kalau kalian berdua ketemuan sambil ngumpet-ngumpet biar gak ketahuan sama pacar. Trus, suatu saat kalian akan jadi pendongeng untuk pacarmu yang menyedihkan itu. Ditambah lagi, perasaan gembira karena ketika alasan/cerita yang kalian berdua karang ternyata match atau cocok! Pastinya saat itu salah satu diantara kalian akan bangga dengan kekuatan chemistry. Yaps! Chemistry yang mungkin tidak akan bisa kalian dapat dari pasangan resmi kamu.

Sikon ketiga: kenapa sieh dia kok sukanya nuduh-nuduh terus? Aku kan di sini gak ngapa-ngapain. Gak ngelakuin hal-hal seperti yang dia tuduhkan ke aku!

Ini dia tantangannya berhubungan jarak jauh. Kalian perlu banget yang namanya rasa saling percaya, saling menghargai, dan saling memahami. Perlu diakui bahwa cemburu adalah salah satu penyedap rasa suatu hubungan. Gak ada cemburu, bisa jadi gak ada perasaan apa-apa. Tapi, perlu digarisbawahi bahwa, cemburu yang berlebihan malah bikin pusing dan nyakitin. Hayoo! Siapa tuh diantara kalian yang kerjanya cemburu terus? Semoga gak ada ya. Saya rasa, kalian punya banyak kerjaan lain selain nyemburuin hal-hal gak penting dan gak rasional.

Buat ngadepin sikap pencemburuannya dia yang super ekstrim, mesti hati-hati nieh. Soalnya, dia super sensitif dan super waspada. Jangan salah langkah dengan melakukan hal-hal yang dia takutkan. Misalnya, dia cemburu sama kura-kura betina kamu. Kamu gak perlu ngebuang kura-kura itu atau bohong sama dia soal hidup dan matinya si kura-kura, dengan tujuan agar dia berhenti nuduh-nuduh. Coba deh diselidiki, kenapa dia selalu marah tiap kamu main sama kura-kura? Apakah dia takut, ternyata kura-kura itu adalah jelmaan bidadari yang muncul dari Pantai Selatan? Atau dia kuatir, rasa sayang, perhatian, dan waktu kamu akan lebih banyak dihabiskan sama kura-kura? Pada awalnya, respon yang diberikannya memang membingungkan atau mengesalkan. Tapi, cobalah mengerti, namanya juga perasaan. Bukan maunya dia juga kan, punya perasaan aneh seperti itu?

Yang jelas, apapun alasannya, kamu hanya perlu melakukan satu hal. Yaitu, ajak dia lebih mengenal atau lebih terlibat dalam aktifitasmu. Misalnya tentang kura-kura tadi, coba kamu ceritakan tentang tingkah lucu dan menggemaskan sang kura-kura cantik nan eksotis piaraanmu. Sesekali, mintalah pendapatnya tentang kura-kuramu. Coba tanya, tentang makanan, pola hidup, lama usia, atau akuariumnya. Intinya adalah buat dia merasa seperti ikut memiliki kura-kura itu. Dan, jangan lupa untuk selalu memberikan pemahaman bahwa apa yang kamu lakukan tidak seperti apa yang dia tuduhkan. Memang akan sangat sulit, karena bisa saja dia beralasan bahwa, dia tidak bisa percaya karena jarak kalian terlalu jauh. Tapi, kalau kamu berikan pemahaman secara terus menerus, lama-kelamaan akhirnya dia bisa dan mau juga kok merubah pandangannya tentang kamu dan kehidupanmu menjadi lebih lebih baik dan lebih positif.

Sekian ocehan dari saya. Salam hangat dan selamat beristirahat.

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s