I Love You


Setiap hari saya jatuh cinta. Begitulah kehidupan saya belakangan ini. Saat jatuh cinta, saya merasa lebih gembira dan kata-kata cinta meluncur dengan gampangnya dari mulut saya. Ah! Semua juga tahu apa itu cinta. Tidak perlu saya katakan berulang-ulang seperti apa perasaan orang sedang dimabuk cinta begitu pula dengan makna cinta. Hanya saja, saya heran karena setiap hari jatuh cinta. Saya tanya kepada orang tua, “mah, pah, apa itu cinta?”. Apapun makna yang diberikan oleh mereka, saya merasa tidak puas karena rasanya begitu menyentuh kalbu. Untuk mengekspresikan rasa cinta, bagi saya tidak cukup hanya dengan menyapa, tersenyum, atau sekedar bercanda. Lebih dari itu, saya ingin terus bertanya, bagaimana saya bisa jatuh cinta?

Dari sekian banyak buku yang dibaca, tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana saya bisa jatuh cinta. Hanya ada uraian tentang perilaku orang jatuh cinta, perasaan, dan maknanya. Lalu, bagaimana saya bisa jatuh cinta? Pertanyaan satu ini membuat saya emosional. Saya tidak ingin tahu bagaimana caranya jatuh cinta, karena saya sedang jatuh cinta. Saya tidak mampu lagi menghitung, sudah berapa hari saya jatuh cinta. Selain itu, hampir saja lupa sejak kapan saya tidak lagi sungkan mengatakan “aku cinta kamu”.

Sebuah tayangan di televisi mengatakan, bahwa cinta penuh misteri. Cinta bisa membuat orang bodoh menjadi pintar, dan sebaliknya seperti itu, orang pintar mendadak bodoh. Dongeng Beauty & The Beast sudah menggambarkan perilaku orang jatuh cinta dengan sangat jelas, yaitu seorang putri cantik yang mulai menyadari perasaan cintanya kepada monster buruk rupa. Lalu, bagaimana mereka bisa jatuh cinta? Lagi-lagi pertanyaan ini dilontarkan.

Cinta datang tiba-tiba. Cinta bisa dimulai dari pandangan pertama. Ketika dua orang mulai bertemu dan berbincang-bincang, setelah itu jatuh cinta entah karena kepandaiannya bertutur kata, pesona paras sang lawan bicara, kemampuan merias diri, atau kekayaan hatinya. Namun, seharusnya mereka tidak bisa jatuh cinta hanya dengan hal-hal sesepele itu saja. Banyak yang melebihi orang yang dicintai, lantas kenapa tidak jatuh cinta saja dengan orang yang lebih baik? Apakah setiap orang menyatakan cinta hanya karena dia saja yang memaklumi tabiat sang pecinta? Kalau begitu, rasanya dangkal seseorang bisa jatuh cinta, sedangkan mereka mengibaratkan cinta terkesan mendalam, romantis, dan menggiurkan. Sehingga, banyak orang yang merindukan saat-saat ia dihampiri cinta.

Saya meyakini, anda ingin tahu sosok yang saya cintai. Siapapun dia, saat ini tidak lah penting. Bukankah cinta tidak mengenal hitungan matematika dan seni rupa? Setidaknya, kalimat itulah yang sering saya dengar. Terlalu mudah bagi sang penikmat cinta menguraikan satu demi satu perilaku cinta, walaupun saya tahu itu hanya teori para profesor yang sering jatuh-bangun dalam hal cinta. Bagi saya, seakan begitu mudah membuang, melupakan, dan mendapatkan cintanya. Seolah-olah, rasa cinta ibarat tiket bioskop. Perasaan cinta memang begitu mengesankan saat menjadi topik pembicaraan, kemudian menjadi terlalu biasa bahkan tidak menarik lagi ketika berhadapan dengan cinta.

Saya memang belum mendapatkan jawaban dari pertanyaan saya, yaitu bagaimana saya bisa jatuh cinta. Setidaknya, saya bisa mempertahankan rasa cinta dan mengembangkannya setiap hari, hanya dengan mengucapkan “aku cinta kamu” di dalam hati kepada siapapun yang saya temui, dan meresapinya.

4 responses to “I Love You

  1. apa itu cinta..tidak bisa tergambarkan dengan kata2 dan mempunyai arti yang sangat luas.
    Cinta yang bener2 tulus membutuhkan waktu untuk memahaminya.Cinta beda dengan suka,semisal saya ketemu cewek cantik, sexy, smart,kaya, tentu saya suka, tepatnya suka pada pandangan pertama, untuk mencapai ketataran cinta tentu butuh proses harus saling mengenal satu sama lain,merasa klop dsb2 dan yg pasti harus saling mencintai.cuma sekedar contoh kecil,
    Cinta gak hanya pada cowok ke cewek…tp ke keluarga, sahabat, tetangga dan lingkungan semua hubungan kudu dilandasi dgn cinta.

    ke cibaduyut beli sepatu
    i luv u lut

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s