5 Respon Maaf Yang Bikin Pusing


Tiap saya buka twitter atau facebook, ada saja update-an status dari Suku Galauwers yang bilang, “manusia itu tidak sempurna”. Awalnya sieh saya cuek, tapi lama-lama mencuri perhatian saya juga. Kalau dipikir-pikir, ada benernya juga itu omongan. Sesempurna-sempurnanya manusia, pasti ada cacatnya. Seperti pepatah mengatakan, “sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya capek juga.” Ada lagi, “sepandai-pandainya menyembunyikan bangkai, akhirnya dimakan belatung.”

Baik status Suku Galauwers, peribahasa, maupun judul postingan saya, semua ada kaitannya. Semua orang pernah buat kesalahan. Bagi saya, yang membedakan kesalahan satu dengan yang lain adalah isi kepalanya. Maksudnya, jika seseorang itu berpikir sederhana, umumnya ia tidak memiliki tujuan macam-macam dalam tindakannya. Terlebih saat galau, bisa saja kepalanya malah kosong dan membiarkan hatinya bekerja. Sedangkan, orang yang pola pikirnya rumit, umumnya ia memiliki seribu satu praduga, dugaan, dan rentetan bukti. Dalam hal ini, orang dengan pola pikir rumit, lebih senang membiarkan otak dan hatinya bekerja. Masalahnya, saya menemukan, setidaknya, 5 respon diberikan saat meminta maaf, seperti berikut ini:

Respon pertama: Bilang, “Iya.” Setelah itu pergi entah kemana atau mendadak gak nafsu ngomong.
Lha, iya. Ya cuma, iya saja jawabannya. Simple kan? Terkadang, tanggapan semacam itu bisa bikin serba salah. Walaupun, sempat merasa “lho kok ngomong ‘iya’-nya kok begitu amat, ya?” Tapi, bagi orang yang gak mau ambil pusing, biarpun cuma bilang “iya”, “yes”, “oke”, atau “he’ eh”, sudah dianggap cukup. Tapi, bagi yang dimintai maaf, kadang “iya”-nya ternyata memiliki arti yang berlawanan, sehingga masih berpontensi untuk bersikap kasar.

Respon kedua: pura-pura gak ngerti, sambil nanya, “kok minta maaf? Emang kamu salah apa?”
Nah, saya sering banget nieh ketemu orang macam ini. Sebenernya sieh, orang yang dimintai maaf itu cuma iseng aja nanya. Yah, itung-itung selain pengen mempermalukan orang yang minta maaf, sekalian bikin orang lain jadi pengen tahu ada apaan. Sikap semacam ini bisa membahayakan seseorang yang bener-bener gak ngerti kenapa tiba-tiba dimintai maaf. Sebenarnya, saat terjerat situasi semacam ini, lebih baik apa adanya saja saat menjawab. Kalau anda tidak tahu permasalahan dan kesalahan anda, sebaiknya hindari menjawab tidak tahu atau diam saja, karena anda bisa dicuekin, dianggap tidak serius, dan parahnya disepelekan.

Respon ketiga: dia mati-matian menolak ucapan permintaan maaf anda.
“Minta maaf saja tidak cukup!” Begitulah katanya. Selama bumi ini masih berputar, selama ninja hatori masih mendaki gunung dan melewati lembah, orang-orang semacam ini akan selalu ada. Ketika bertemu dengan orang ini, sebaiknya anda tanyakan saja keinginannya agar anda bisa dimaafkan. Syukur alhamdulillah dia tidak minta hal-hal yang irasional. Namun, hal tersebut terjadi juga, silakan bernegosiasi. Jelaskan kenapa anda tidak bisa melakukannya. Misalnya, ketika anda diminta menghidupkan kembali hamsternya yang sudah mati, coba katakan hamsternya lagi sibuk ngumpulin biji bunga matahari pakai kekuatan super.

Respon keempat: dia bilang, “akan aku pikirkan lagi.”
Ada-ada saja jawabannya yang diberikan ketika ada yang minta maaf. Bersabarlah. Orang yang memberikan jawaban semacam ini, mau melihat kesungguhan anda. Bahasa gaulnya, “penting gak sieh?” Bagi beberapa orang, akan merasa dipermainkan dengan jawaban semacam itu. Dan, beberapa yang lainnya akan menganggap bahwa orang tersebut memang butuh waktu untuk mengendalikan egonya. Sedangkan, sisanya beranggapan bahwa permasalahannya sudah selesai.

Respon kelima: memaafkan anda tapi sambil curhat.
Kalau anda menemukan orang yang semacam ini, maka saya ucapkan, “selamat!” karena anda sudah dimaafkan tanpa menyisakan keragu-raguan di hati anda. Orang-orang dengan jawaban semacam ini, hanya ingin didengarkan. Anda adalah orang yang bijaksana, jika bersedia mendengarkan keluhannya.

 

12 responses to “5 Respon Maaf Yang Bikin Pusing

  1. ahaha….. respon ketiga ngga banget gan… jitak aja tu orang….

  2. kalau yang nulis masuk ke yang mana?

  3. kata pak ustad meminta maaf itu udah cukup. kalo orangnya gak mau maafin atau bersikap gimana2 itu bukan tanggungjawab kita lagi. sing penting matur sori-ne tulus. kalo perlu sambil gigit setangkai bunga mawar dan berlutut ala romeo ngajak ngapel juleha. :’)

  4. hmmmmmm
    sering banget nerima yg respon kedua … hikz

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s