Siapa Steve Irwin?


Haiyah! Hari ini saya bener-bener gak dapet ide buat ngepost. Setelah berjalan menyusuri sawah, mendaki gunung, dan lewati lembah, masih juga belum ada ide. Gak kebayang jika saya harus nongkrong di toilet demi dapet wangsit. Padahal, sebelumnya saya pernah memberikan solusi kepada anda ketika otak mampet bin ide seret. Menyedihkan!

Gara-gara saya ngebet pengen dapet wangsit dari Mbah Jin Ten, saya rela bergulat dan beradu argumen dengan bapak. Pertama saya disarankan untuk baca biografi singkatnya Steve Irwin, Si Pemburu Buaya, melalui majalah KangGuru. Kemudian, saya ditantang untuk menuliskannya kembali berdasarkan ingatan saya. Terus terang, bahasa inggris saya tidak begitu bagus. Walaupun begitu, saya tetap berusaha memahami jalan ceritanya. Nah! Berikut ini adalah hasil penulisan ulang ala Mew da Vinci tentang Steve Irwin:

Steve Irwin lahir di Victoria. Sejak kecil, ia dan ayahnya, Bob, menyukai reptil. Kecintaan mereka terhadap reptil direalisasikan dengan cara mendirikan sebuah taman reptil bernama Australia Zoo.

Steve memiliki masa kecil yang unik. Bayangkan saja, ia tinggal di kebun binatang. Bermain bersama ular, buaya, beruang, macan, rusa, gajah, gorila, monyet, kerbau, kambing, anjing, kucing, kadal, tokek, cicak, semut, bahkan kalajengking dan tomcat. Ia berusaha ikut andil dalam mengerjakan hampir semua tugas para pekerja, seperti memberi makan, memandikan, melatih, menjinakkan, dan narsis bersama binatang.

Di hari ulang tahunnya yang ke-6, orang tuanya memberikan hadiah berupa ular phyton sepanjang 3.6 meter. Ia diserahi tanggung jawab penuh dalam memelihara, menjaga, dan merawat ularnya. Oleh karena itu, Steve rajin memancing dan memburu tikus untuk memberi makan ular peliharaannya. Pernah suatu hari, ia lupa memberi makan ularnya. Alhasil, ketika Steve ingin mengeluarkan ular tersebut dari kandang, tangannya nyaris dijadikan santapan makan siang.

Tiga tahun kemudian, Steve diajak ayahnya ke sungai di North Queensland untuk menangkap buaya di malam hari. Awalnya, Steve hanya memperhatikan sambil mendengarkan ayahnya mengajari teknik menaklukkan buaya. Ayahnya sering berteriak, “kau harus melompat seperti ini, Steve!” Setelah ayahnya melihat Steve sudah cukup siap untuk menangkap buaya, mereka mulai melompat, berlari, dan menangkap buaya bersama. Setiap kali Steve berada di belakang buaya, ayahnya akan bilang, “jangan lengah terhadap ekornya! Ia bisa melemparmu ke sungai dan menjadikanmu makan malam.”

Mereka bangga dengan semua buaya yang ada di kebun binatang mereka. Karena semua buaya tersebut adalah hasil tangkapan mereka sendiri. Dan buaya-buaya itu berkembang biak di sana. Steve pun bangga dengan ayahnya yang menjadi sukarelawan dalam program pemerintah untuk melestarikan buaya di alam liar. Jika ada buaya yang mengancam keselamatan penduduk sekitar, maka buaya tersebut akan segera dipindahkan sebelum dibunuh oleh masyarakat.

Kegiatan ayahnya, Bob, yang menjadi sukarelawan pemerintah, telah menginspirasi Steve untuk melakukan hal yang sama ketika ia sudah dewasa. Impiannya pun benar-benar diwujudkan. Ia mendaftar sebagai salah satu anggota sukarelawan pelestarian buaya. Tidak hanya itu, Steve selalu menangkap buaya seorang diri. Tidak peduli seberbahaya apapun medannya, dan seburuk apapun cuacanya, ia akan menangkap buaya.

Suatu hari, temannya menemui Steve untuk menawari pembuatan iklan kebun binatang. Mendengar itu, Steves langsung mengajukan ide untuk membuat serial petualangan memburu buaya. Temannya setuju dan mereka bersama-sama menggarap serial pertualangan berjudul “The Crocodile Hunter”. (Some)Times by Mew da Vinci.

4 responses to “Siapa Steve Irwin?

  1. Oh mendiang Steve yg disengat ikan pari itu.😦

  2. setidaknya steve hidup melakukan apa disukainya🙂

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s