Tabung LPG Sudah Diramalkan Meledak


Orang jaman nenek moyang memang pandai dalam hal ramal-meramal. Dimulai dari ramalan nasib, jodoh, sampai satria piningit yang dikait-kaitkan dengan masa pemerintahan presiden Indonesia. Ada lagi yang lebih ekstrim, yaitu ramalam hari kiamat. Menurut saya sieh, gak ada salahnya dengan ramalan. Karena semua kejadian di dunia ini sudah diberikan tanda-tandanya. Jika orang sakit saja memiliki gejala, apa lagi hanya perkara orang meninggal, bahkan kiamat?

Lantas bagaimana dengan tabung LPG? Ternyata meledaknya tabung LPG sudah diprediksi bahkan diwanti-wanti sejak jaman kemerdekaan oleh AT Mahmud. Bagaimana pun versi liriknya, tetap saja balon hijau meletus, sedangkan balon merah muda, kuning, kelabu, dan biru tidak demikian. Mari ditelaah bersama kaitan antara lirik lagu “Balonku” ciptaan AT Mahmud, yang sudah digubah, dengan kronologis kelahiran Si Hijau unyu:

Balonku ada lima, rupa-rupa warnanya. Hijau, kuning, kelabu, merah muda, dan biru.
Masih ingat logo awal Pertamina? Sebelum logo segitiga pengamannya yang sekarang, dulu Pertamina mengusung ikon kuda laut merah sebagai maskotnya. Berikut ini adalah logo Pertamina untuk sekedar me-refresh kembali ingatan anda dengan Si Kuda Laut:

Logo Pertamina

Dapat dilihat bahwa, sebelumnya pertamina tidak memiliki warna hijau. Warna hijau digunakan untuk menunjukkan adanya penggunaan sumber daya energi yang mempertimbangkan aspek lingkungan, agar hubungan antara penggunaan sumber daya dan lingkungannya menjadi baik-baik saja. Jika dikait-kaitkan dengan lagu AT Mahmud, bisa jadi saat pergantian logo Pertamina yang ketiga, warna merah akan diganti dengan warna kelabu. Karena warna kelabu sendiri menunjukkan kedekatan hubungan dengan alam, selain itu, kelabu adalah warna natural dan bisa membaur dengan warna lainnya secara alami. Warna kelabu bisa menguatkan jati diri Pertamina yang serius, dapat diandalkan, dan stabil.

Meletus balon hijau. DORR! Hatiku sangat kacau.
Siapa menyangka tabung LPG seberat 3 Kg bakalan meledak dan membuat hati pemiliknya jadi kacau-balau? Pertamina dan AT Mahmud sendiri juga tidak memiliki maksud apapun dengan melibatkan warna hijau ke dalam kasus peledakan. Saat AT Mahmud membuat lagu tersebut, ia tidak merencanakan adanya warna hijau pada balon yang dipegang sama Si Anak yang menjadi objek. Hanya saja, saat ia sedang jalan-jalan sore, ia melihat anak kecil yang membawa balon warna-warni yaitu, merah, kuning, kelabu, merah muda, dan biru. Namun, tiba-tiba balon warna biru meletus, akibatnya anak tersebut menangis sekencang-kencangnya. AT Mahmud yang penyayang anak, tentu saja tidak tega. Maka, muncullah ide untuk menyelipkan warna lain pada balon yang meletus. Tentunya, jika balon yang meletus adalah milik orang lain, maka anak tersebut tidak akan menangis.

Alasan menggunakan warna hijau karena pengucapan yang “au au”. Coba deh dilafalkan sendiri, dari sekian banyak warna, hanya warna dengan pengucapan akhir “au au” lah yang paling enak. Bahkan, tidak perlu ada kaitannya dengan warna pun, kata “au au” tetap laris manis. Kata “au au” sendiri mengindikasikan adanya perasaan nyeri, sakit, sebal, kecewa, atau nikmat. Jika dikaitkan dengan perasaan yang negatif, maka menjadi cocok saat disambungkan dengan kata kacau, balau, dan galau. Tampaknya, AT Mahmud sudah bisa memprediksi bahwa akan datang era kegalauan.

Saat Pertamina memutuskan akan menggunakan warna hijau dan biru sebagai warna tabungnya, juga tidak memiliki tujuan macam-macam selain menyelipkan warna logonya. Apa lagi didukung dengan semangat Go Green. Pertamina sendiri juga tidak menyangka, Si Hijau bakalan meledak. Namun, jika diperhatikan, Si Hijau ini emang unyu-unyu, sehingga para pemiliknya jadi gemes dan gak tahan colek-colek pakai parang, saat melihat Si Hijau malu-malu buang gas.

 

8 responses to “Tabung LPG Sudah Diramalkan Meledak

  1. topik blog yg menarik diriku suka sista,,,,,, teruskan jgn lanjutkan entar dsangka k******e lagi hehe

  2. kalo beli warung ortu saya, gas 3kiloan bisa berubah jadi robot transformers.

  3. hahahhaha………….keren!

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s