Masa Depan Anda Bisa Berubah Karena Amarah


Semua orang yang hidup di dunia ini pernah marah. Artinya, tidak hanya saya, melainkan juga anda. Setiap orang memiliki caranya masing-masing ketika emosinya sedang tinggi, seperti diam, menghancurkan barang-barang, menarik diri dari pergaulan, atau mengomel. Terkadang, kalau saya lagi gak ikutan senewen, saya menganggap orang yang marah-marah seperti lagi kesurupan Jin Danjun, lantas tidak mengambil hati ucapannya. Namun, bukan berarti orang-orang dengan tipe seperti saya akan selalu menetralkan perasaan saya dan emosinya tidak terpancing, betul kan?

Anger atau kemarahan adalah hal yang natural dan wujud ekspresi perasaan anda. Dr. Spielberger mengelompokkan kemarahan ke dalam dua tipe yaitu pasif-agresif dan extra-agresif. Orang-orang dengan tipe pasif-agresif biasanya menyembunyikan alasan kemarahan mereka. Tahu-tahu orang tersebut marah dan mengekspresikannya dengan menutup diri atau menekan psikologi orang lain. Sedangkan, orang dengan tipe extra-agresif biasanya rajin curhat atau ngasih kritik, kemudian membentuk koloni untuk menyerang target.

Menurut Dr. Spielberger, kedua tipe tersebut tidak ada yang menguntungkan karena sama-sama berpotensi menyakiti hati orang lain. Cara terbaik untuk menghindari atau meminimalisir kerugian akibat kemarahan anda yaitu, tenangkan diri anda terlebih dahulu, kemudian biarkan perasaan anda terbagi-bagi hingga memudar. Jika anda tidak bisa melakukannya, maka dapat dipastikan akan ada orang yang terluka.

Terlihat sulit dan teoritis ya? Saya juga berpendapat begitu. Memang sangat sulit untuk menenangkan diri anda ketika berhadapan dengan orang yang terus-menerus mengumbar kemarahannya, sampai anda pasang bendera putih atau membalas serangannya. Tapi, coba ingat-ingat, ketika anda dikuasai oleh kemarahan anda, apa yang biasanya anda lakukan?

Umumnya, orang-orang di sekitar saya, tidak jauh-jauh dari tiga hal berikut ini:
1. Membentuk grup paduan suara untuk memarahi dan mem-bully target;
2. Menghadiahi target dengan hinaan dan KDRT sebagai bentuk lain dari curhat;
3. Menceritakan hal-hal positif seperti keikhlasan untuk membuat yang baik menjadi buruk, dan yang buruk menjadi semakin buruk.

Bagi orang yang tidak punya pemikiran yang macam-macam atau dalam kondisi mematikan fungsi hati dan menyalakan fungsi otak kanannya, biasanya tidak akan bergeming. Dengan kata lain, menunjukkan ekspresi datar. Akibatnya, ia akan terlihat seperti patung atau robot yang sudah diprogram untuk bilang, “maaf pak, maaf bu, maaf bip-bip-bip… Saatnya clean up dumb dumb memory…” Kemudian, saat ia kembali ke mode manusia, seakan ia sudah lupa dengan peristiwa yang baru saja ia alami. Dan biasanya sieh memang sudah lupa. Namun, mode robot ini kira-kira hanya bisa bertahan paling lama 3-9 menit, tergantung dari seberapa sering mode tersebut digunakan.

Maka dari itu, sebaiknya anda bersikap lebih hati-hati ketika anda marah. Bukan berarti anda harus memendam perasaan anda, tapi perhatikan ucapan anda. Menurut saya, orang yang bersikap dingin masih bisa ditolerir dibandingkan perkataan yang menyakitkan. Siapa tahu, si robot kehabisan baterai kemudian ia menjadi normal dan mendengar omongan anda yang tidak karuan? Bisa jadi, setelah itu ia menganggap perkataan anda serius.

Jadi, sebelum anda mulai ngelantur, sebaiknya anda diam sejenak atau menyibukkan diri. Jika anda merasa bising, kecilkan volume TV dan radio, terutama volume lawan bicara anda. Dan, jika anda merasa tidak didengarkan, coba bikin teh Sariwangi atau ngambil biskuit Tango untuk mencairkan suasana, setelah itu atur kembali ucapan anda. Percayalah, anda sebenarnya masih didengarkan, hanya saja dengan cara yang berbeda, sehingga anda perlu bersabar sampai orang tersebut memahami bahasa anda. Ia bersikap seolah tidak mendengarkan anda karena ia sedang sibuk melakukan hal lain seperti mengosongkan pikirannya.

2 responses to “Masa Depan Anda Bisa Berubah Karena Amarah

  1. Aku belum pernah marah

  2. yisha ngga bisa marah…………. đŸ˜›

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s