Hakikat Hidup Yang Terabaikan [3]


“Ya Allah, saya pengen punya home theater…”

Gitu deh kira-kira doa saya setahun yang lalu. Jadi ceritanya, kira-kira setahun yang lalu saya pengen banget punya home theater. Gara-gara habis diajak nonton bareng kakak saya pakai home theater di rumahnya. Perjuangan saya lumayan berat juga buat ngumpulin itu duit. Hampir tiap hari saya ngarep bisa nemuin duit jatuh di jalan. Selama setahunan itu saya kalau jalan rada nunduk, sampai-sampai ada tukang becak lewat sambil bilang, “neng, kok nunduk? Malu ya lihat abang?” Saya sieh cuma cengar-cengir aja. Lha, masa’ iya, saya bilang, “enggak bang, cari duit jatuh…” Nanti si abang tukang becak bakalan ngomong, “Alibi.”

Urusan doa, setiap orang bisa lain-lain bunyinya. Ada detail sampai disebutin satu-satu, seperti minta kaya, cantik, nikah, punya pacar, lulus kuliah, dapet kerja, bisnis lancar, kepilih dalam pilkada/pemilu capres, naik haji, dan kaya tujuh turunan. Ada juga yang doanya cuma satu tapi terkandung banyak manfaat, misalnya minta bahagia dunia dan akhirat. Kalau anda sendiri, doanya bagaimana?

Oke, balik lagi ke home theater. Doa saya yang cuma sekali, tapi disertai dengan usaha yang berkali-kali itu, ternyata baru dikabulkan sebulan yang lalu. Itu pun saya sudah pasrah banget, karena perjuangan saya ngumpulin duit selama setahun cuma menghasilkan 500 ribu rupiah. Dalam kepasrahan, saya akhirnya berkelana. Layaknya musafir, saya jalan kaki dari Persimpangan Depok ke rumah saya di Bogor, gara-gara butuh waktu dan tempat untuk memikirkan masa depan saya yang masih samar-samar. Kira-kira 1 Km lagi sampai ke rumah, saya singgah ke masjid untuk shalat maghrib dan isya, sekalian mengistirahatkan kaki saya yang udah cenat-cenut.

Selesai shalat, saya berdoa sambil berurai air mata, “Ya Allah, kasihanilah saya… Dari dulu sampai sekarang, belum ada satupun keinginan saya yang Engkau kabulkan… Oleh karena itu, tolong berkahilah hati hambamu yang lemah ini, kekuatan untuk tidak mengeluh. Aamin.” Seusai berdoa, saya tanpa ragu-ragu memasukkan semua uang di dompet saya ke kotak amal masjid.

Beberapa detik kemudian, bapak saya telpon, mengabari kalau ibu saya baru saja memenangkan door prize VIP class, diantaranya: home theater, happy call double pan, alat pijet, teko listrik, dan oven. Saya jadi ingat ceramahnya Ustad Yusuf Mansyur tentang rahasia sedekah. Namun, rejeki yang baru saja saya peroleh, datang karena adanya doa, usaha, dan sedekah.

Seorang kawan mengatakan kepada saya, bahwa doa yang dipanjatkan dengan sungguh-sungguh akan dikabulkan lebih cepat bahkan diberikan gantinya dengan yang lebih baik. Saya rasa, anda sudah memahami tentang arti dari kesungguhan doa. Bagi anda yang masih ragu-ragu “apakah anda selama ini sudah bersungguh-sungguh saat berdoa”, silakan simak ciri-ciri berikut ini:

1. Hati tersentuh saat berdoa, kadang sampai menangis.
Tidak mengapa, jika memang anda ingin menangis saat berdoa. Terkadang, saking khusyuknya seseorang ketika meminta sesuatu, ia bisa mengeluarkan air mata. Percaya deh, orang yang mengeluarkan air matanya ketika ia sendirian dan bersimpuh dihadapan Tuhannya adalah jauh lebih tulus dibandingkan ketika bersama orang lain. Karena, ia tidak memiliki niat tersembunyi selain menghayati doanya.

2. Anda seolah-olah bisa mendengar dari dalam diri anda sendiri, bahwa baru saja ada seseorang yang berandai-andai.
Tidak Percaya? Atau pernahkah anda mengalaminya? Kalau saya pernah. Suara tersebut berasal dari alam bawah sadar anda. Biasanya muncul ketika atau setelah anda melihat sesuatu yang memukau. Anda bisa mengenalinya dengan cara, ikut berbicara dalam hati ketika suara tersebut muncul. Jika anda melakukannya, biasanya akan terdengar seperti double atauseolah ngomong secara berbarengan.

3. Keinginan anda tersebut sampai terbayang-bayang bahkan kebawa mimpi.
Saking pengennya anda mendapatkan sesuatu, seolah-olah hanya dengan membayangkannya saja, bisa membuat bahagia. Saya jadi inget, waktu SMK, saya sangat ingin memiliki laptop. Rasanya, punya laptop adalah hal yang menyenangkan. Kemana-mana praktis. Bisa internetan di tempat yang ada koneksi WiFi. Tugas sekolah atau kerjaan bisa diselesaikan di mana aja. Tiap kali ngebayangin punya laptop, saya sampai cengar-cengir sendiri.

Nah! Itulah beberapa ciri orang yang bersungguh-sungguh dalam menginginkan sesuatu. Lantas, jika doa anda belum dikabulkan juga, sebaiknya anda bersabar. Doa yang belum dikabulkan, bukan berarti tidak didengar atau tidak layak. Melainkan, anda tidak benar-benar menginginkannya. Alangkah baiknya, jika anda tidak mengeluh karena bisa mengurangi bahkan membatalkan nikmat yang akan diturunkan. Ibarat anda melamar sang pujaan hati, kalau ditolak jangan marah atau mengeluh, karena akan menimbulkan kesan yang negatif. Kalau memang anda benar-benar memiliki itikad baik, jangan menyerah untuk menunjukkan keseriusan anda. Jika ditambah dengan berdoa, maka hatinya akan luluh lebih cepat.

Saya yakin anda paham, bahwa yang menentukan dikabulkan atau tidaknya suatu doa adalah diri anda sendiri. Ketika anda meminta sesuatu, saat itu juga permintaan anda dicatat, direkam, dan diarsipkan. Setelah itu, anda akan diuji berdasarkan doa yang anda panjatkan. Istilahnya, anda memasuki zona “fit and proper test“. Setiap orang memiliki tingkat kesulitan dan tipe persoalan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat keimanan dan pengetahuannya. Jika anda gagal dalam ujian, anda tidak perlu risau atau sedih. Karena anda akan mengulangi ujian tersebut berkali-kali sampai menemukan solusi yang tepat.

Namun, jika anda merasa tidak sanggup menemukan solusinya, maka Allah akan memberikan pertolongan, seperti menemukan kasus yang sama pada orang lain, atau dipertemukan dengan orang-orang yang mengetahui solusi dari permasalahan anda. Tujuannya hanya satu, yaitu agar anda bisa segera lolos dari ujian tersebut. Anda dianggap tidak lulus dalam “fit and proper test”, jika anda selalu bilang, “gak ngerti ah”, “gak tahu tuh”, “gak bisa”, atau “entahlah”.

Akhir kata saya ucapkan, selamat berdoa dengan sungguh-sungguh dan berusahalah!

P.S. didedikasikan untuk Alfin Andri.

 

9 responses to “Hakikat Hidup Yang Terabaikan [3]

  1. Ping-balik: Hakikat Hidup Yang Terabaikan [4-END] | mew da vinci

  2. hmmm..
    nikmat bacanya…..

    saya pernah baca kisah seorang waliyulloh beliau berkata “saya bisa tau mana doa saya yang dikabulkan” ciri2nya, ketika berdoa kita sampai menangis, badan bergetar dan bulu kuduk berdiri…..

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s