Hakikat Hidup Yang Terabaikan [4-END]


Akhirnya sampai juga di penghujung postingan. Sudah cukuplah bagi saya untuk menyampaikan intisari kehidupan yang diperoleh melalui perbincangan saya dengan keempat orang teman saya di bawah pohon mangga apel. Jika menggunakan bahasa kerennya anak muda zaman sekarang, obrolan kami dinamakan “talk show under the red mango tree“.

Setiap hakikat hidup yang sama sampaikan, tidak terlepas dari kebiasaan hidup saya sehari-hari. Bisa saja tidak hanya saya yang mengalaminya, melainkan juga anda atau saudara anda. Merujuk pada “Hakikat Hidup Kesatu“, dapat diketahui bahwa bergurau sebaiknya dilakukan pada situasi, tempat, dan orang yang tepat. Dan sebaik-baiknya gurauan adalah gurauan yang tidak bermaksud untuk melecehkan seseorang atau suatu kelompok.

Postingan pada “Hakikat Hidup Kedua” bermaksud mengingatkan anda, terutama diri saya sendiri, mengenai pentingnya bersikap baik kepada setiap ciptaan Sang Maha Sempurna. Balasan yang paling nyata untuk kebaikan anda adalah hasil dari tatacara anda memperlakukan benda-benda atau barang-barang disekeliling anda. Ketika anda berlaku baik, maka anda akan mendapatkan kebaikan pula.

Sedangkan, postingan “Hakikat Hidup Ketiga” merupakan ajakan dari saya untuk bersungguh-sungguh dalam meminta dan mengerjakan sesuatu. Saya pun mengajakan anda untuk bersabar dalam menunggu terkabulnya doa. Apapun persoalan yang anda miliki, sesulit apapun jalan yang anda tempuh, jika anda berdoa secara bersungguh-sungguh kepada Yang Maha Kuasa, insya allah bantuan akan diturunkan melalui apapun dan siapapun. Bahasa anak gaulnya, semakin kuat anda menginginkan sesuatu dan semakin anda pasrah, maka dengan sendirinya alam akan membukakan jalan untuk anda.

Postingan mengenai hakikat hidup keempat, akan saya akhiri dengan satu pesan, yaitu berusahalah dan jangan mengeluh dalam mencapai keinginan karena segala jerih payah anda akan menjadi bekal di kemudian hari. Di dunia ini tidak ada yang mustahil. Apa lagi anda tinggal di Indonesia. Indonesia dikenal sebagai tanah surga, negeri impian yang ajaib bin mujarab, dan tempat berkumpulnya orang-orang sakti mandra guna gulali dodolipet.

Tatkala anda merasa letih, bosan, lemah, lesu, sedu, dan sedan. Maka, berhentilah sejenak untuk beristirahat. Lakukan check point. Kumpulkan tenaga. Pusatkan pikiran. Perhatikan medan pertempuran. Periksa perbekalan. Catat hal-hal yang sudah diperoleh. Atur kembali strategi. Siapkan mental. Pertahankan dan tingkatkan stamina lahiriah dan batiniah. Terakhir, kembali ke garis perjuangan. Percayalah, tidak ada yang sia-sia dan tidak ada gunanya di dalam kehidupan anda. Namun, anda sendirilah yang membuat usaha anda menjadi sia-sia.

Sekian hakikat kehidupan dari saya. Sampai berjumpa lagi di postingan hari senin.

P.S. didedikasikan untuk Ali Permana dan Junaedi Effendi.

 

18 responses to “Hakikat Hidup Yang Terabaikan [4-END]

  1. yaaaaah..
    kok cuma sampe 4 mew?????

    saya menimati banget…..
    apa lagi pas baca yg keempat baru muncul, tapi munculnya malah berpamitan….

    dalam postingan “Hakikat Hidup Yang Terabaikan” sarat dengan ilmu mew….

    Jazakumulloh…..

  2. singkat tapi powerful, mew.

  3. Good..
    Sebenarnya saya agak bingung.
    Membaca kedua dan tiga masih dalam satu urutan sebuah keselarasan menunju ke hakikat ke empat.

    Setelah saya ulangi, untuk mengetahui apa kiranya yang membuat kebingungan itu, ternyata ketika membaca hakikat kesatu terus terang saya agak keget, seharusnya pada hakikat satu berada pada topik lain. Maaf kalau pemahaman saya salah.

    Pada dasarnya hakikat satu tetap layak mendapat apresiasi acungan jempol.
    Seperti yang di bahas dalam Tan Bihil Ghofilin. memang begitulah adanya.
    Salam saudaraku.

  4. se7!
    kaka , post2 ini keyen bangetsssssss…………. 😀

  5. hmmmmm..
    requestannya mana nih??? uppst

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s