Diamku Bukan Karena Aku Batu


Wahai engkau yang mengaku telah memberikan hatinya padaku, sudah tahukah engkau siapa aku? Sudahkah engkau benar-benar berkenalan dengan hatiku? Jika ya adalah jawabanmu, lantas mengapa tak bergeming dirimu ketika hatiku mulai gelisah? Lantas mengapa tak berdesir dirimu ketika tetes-tetes air mataku membasahi pipiku lantaran melihat ulahmu? Apakah aku tampak bagai batu dihadapanmu? Yang tidak akan pernah mengeluh ketika engkau mengacuhkanku. Yang tidak akan pernah menangis ketika engkau bermesraan di tengah keberadaanku.

Wahai engkau yang memintaku tersenyum ketika aku mengingatmu karena engkau bilang padaku engkau merindukanku, benarlah adanya bahwa belum habis air mata ini menangisimu. Semoga doaku untukmu, dikabulkan oleh Dia, Sang Maha kuasa.

Jangan malu-malu ngasih tanggapan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s