Tag Archives: hujan

Allahumma Shoyyiban Naafi’an…


Allahumma shoyyiban naafi’an… Ya Allah, jadikanlah hujan ini membawa manfaat… Demikian doa petani-petani tatkala hujan turun. Telah ringan tugas mengairi ladang. Saat cerah, mereka gembira. Jika mendung, mereka tidak kecewa. Baik gerimis maupun hujan, mereka enggan merajuk kepada Robbnya. Karena hujan bukan masalah. Karena resah, gelisah, pun amarah tidak sanggup halangi apalagi hentikan rahmat Allah mengalir untuk dia yang menghamba kepadaNya, pula untuk dia yang terlena dalam petualangan mencari para sekutuNya. Karena…

Allahumma shoyyiban naafi’an… Ya Allah, jadikanlah hujan ini membawa manfaat… Bumi bahagia karena khabar langit kembali menyapa. Tirai gerimis membasahi tanah. Dia pun gembur hingga sanggup menyimpan manfaat bagi peradaban masa depan. Tanaman kembali segar, lalu berkembang. Maka masa pembangunan pemukiman hewan-hewan terus berlangsung. Semua berjalan sesuai rancangan Dia, Tuhan Yang Maha Arsitek. Maha Seniman. Dan tiada henti-hentinya mereka bertasbih. Dan mereka masih bertasbih. Dan mereka semakin bertasbih. Karena…

Allahumma shoyyiban naafi’an… Ya Allah, jadikanlah hujan ini membawa manfaat… Tidak hanya bumi yang berbahagia saat hujan. Langit pun gembira. Atas izin Allah, para malaikat rahmat turun menemui makhluk-makhluk yang dicintai atau dimurkai Robbnya. Sejenak matahari bersembunyi dibalik gerombolan awan berwajah muram, dari mereka yang mencaci dan mereka yang memuja matahari. Akhirnya dia kembali terhibur melalui pagelaran orkestra elit langit. Pelangi pun acapkali ikut ambil bagian sebagai persembahan akhir. Berharap seluruh penduduk bumi kembali bertasbih. Mengucapkan Masya Allah…. Allahu Akbar… Alhamdulillah… Allahumma… Shoyyiban naafi’an… Ya Allah, jadikanlah hujan ini membawa manfaat…

A cat said, "Allahumma shoyyiban naafi'an..."

A cat said, “Allahumma shoyyiban naafi’an…” — Image source: cmster.com

—-
Pemukiman Muslim Bukit Az-Zikra Sentul, Bogor. Kamis, 02 Februari 2015. Lesehan di samping lemari pendingin, menikmati sinergi senandung langit bersama burung-burung yang mandi hujan. Allahumma shoyyiban naafi’an…

Hening Di Kerumunan, Melebur Dalam Hujan


Tidak mengapa jika memang harus hening dan terduduk dalam kerumunan. Tidak mengapa jika yang ditanyakan harus terjawab kemudian. Tidak mengapa jika timbangan hati melebihi beban dipundak. Tidak mengapa jika selubung langit lebih pekat. Selama hanya ada di dunia, maka tidak mengapa.

Kadang tanya terjawab singkat. Kadang kalimat terkesan padat. Asal mata manusia tiada melihat. Asal kalbu tiada terungkap. Maka tidak mengapa jika sejenak saja kulembutkan hati pada sepertiga malam dengan meleburkannya dalam deras hujan. Ataupun sekedar gerimis petang.

— Minggu, 9 November 2014. Melebarkan permadani sebagai pembaringan nanti malam. Mungkin saja, menjadi teman duduk menikmati lembayung setiap sore hingga matahari tenggelam. Teringat bagimana sebuah rasa, yang hanya ada pada seorang saja. Sedangkan yang dirasa… Entahlah bagaimana… Dan entah bercengkrama dengan siapa…